INILAH.COM, Jakarta - Bersedianya Prabowo Subianto menjadi cawapres Megawati memutus peluang Rizal Ramli menjadi cawapres Prabowo. Rizal mengaku sedih melihat cara elit parpol membangun koalisi.
"Koalisinya tidak jelas karena tidak ada ideologi, visi, dan karakter," kata Rizal di sela-sela pembukaan pameran foto bertajuk 'Perjalanan Rizal Ramli untuk Indonesia lebih baik' di Jakarta, Kamis (14/5).
Lebih lanjut Rizal mengatakan, karena ketiadaan nilai, partai-partai yang melakukan koalisi merasa bebas untuk bergabung atau meninggalkan rekan koalisinya.
"Ada seorang duta besar teman saya yang heran melihat cara partai-partai berkoalisi," ujar mantan menteri koordinator bidang perekonomian tersebut.
Menurutnya, cara partai di tanah air berkoalisi sangat berbeda dengan di negara lain yang lebih menekankan koalisi pada kesamaan ideologi dan platform.
"Koalisi yang dibangun partai di Indonesia lebih terkesan sebagai bagi-bagi kekuasaan, sehingga ketika merasa bagiannya tidak sesuai dengan yang diinginkan lantas mengancam keluar dari koalisi," tuturnya.
Rizal Ramli sebelumnya juga pede maju sebagai capres oleh partai-partai yang tergabung dalam Blok Perubahan. Namun karena partai-partai tersebut gagal mencapai ambang batas keterwakilan di parlemen atau Parliamentary Threshold, maka upaya mengusung Rizal pun kandas. [*/ana]