INILAH.COM, Ramallah - Ribuan warga Palestina, Kamis (14/5), waktu setempat memeringati ulang tahun ke-61 Naqba. Yakni, bencana yang memicu eksodusnya ratusan ribu orang Palestina setelah Israel didirikan pada 1948.
Warga memegang bendera Palestina dan foto desa-desa Arab yang diratakan dengan tanah oleh pasukan Israel enam dasawarsa lalu. Pemrotes berunjuk rasa di pusat kota Ramallah di Tepi Barat Sungai Jordan yang diduduki-Israel.
'Hak untuk kembali adalah suci', 'Tidak ada perdamaian tanpa hak untuk pulang'. Demikian tulisan pada spanduk-spanduk yang dibawa oleh para pengunjuk rasa.
Upacara itu berlangsung satu hari lebih cepat karena peringatan Naqba 15 Mei jatuh tahun ini pada Jumat. Padahal, Jumat menjadi hari libur di wilayah Palestina yang sebagian besar penduduknya Muslim.
Demonstrasi itu dipimpin oleh para tokoh politik dan pemimpin agama. Dimulai dari makam presiden Palestina Yasser Arafat, di markas besar Pemerintah Otonomi Palestina.
Di kota Nablus di Tepi Barat utara, sekitar 2.000 orang berpartisipasi dalam unjuk rasa itu. Mereka membawa bendera Palestina yang diikat dengan pita hitam sebagai tanda duka cita.
Di kamp Aqaber Jaber, di kota oasis Jericho (Ariha), peserta membuka selubung sebuah patung yang mencirikan sebuah kunci metalik setinggi enam meter. Kunci itu yang melambangkan keterikatan para pengungsi Palestina dengan rumah-rumah, tempat mereka melarikan diri atau dipaksa keluar pada 1948.
Sekitar 700.000 orang ke pengasingan pada 1948, sementara PBB memperkirakan bahwa jumlah mereka dan keturunan mereka sekarang mencapai 4,6 juta.[*/nuz]