INILAH.COM, Jerusalem Kunjungan Paus Benediktus XVI di Timur Tengah meninggalkan banyak hal bagi proses perdamaian di antara Israel dan Palestina. Ia mengakhiri kunjungannya Jumat (15/5) dengan seruan solusi dua negara bagi Palestina dan Israel.
Paus, seperti dilansir BBC, bahkan sempat menitipkan pesan berisi doa bagi perdamaian Timur Tengah yang ditinggalkan di lokasi penyaliban Yesus Kristus. Di sana, ia juga sempat mencium batu yang menjadi tempat pembaringan tubuh Yesus setelah disalib.
Sebelum bertolak ke Roma, Paus menyempatkan memberi seruan bagi Israel. Ia menyebut secara universal negara Israel telah diakui dan rakyatnya berhak menikmati perdamaian dan keamanan dalam batas yang disepakati secara internasional.
Solusi dua negara, menurutnya sebuah kenyataan dan bukan lagi sekadar mimpi.
"Sehingga, demi keadilan dan imbal balik, rakyatt Palestina berhak menetap di wilayahnya dengan status merdeka dan berdaulat," papar Paus, di bandara Ben Gurion, Tel Aviv.
Sementara kepada umat Kristiani di Palestina, Paus menyampaikan keprihatinannya. Sebab, jumlahnnya menjadi semakin berkurang setelah Israel menggelar agresi militer pada akhir 2008 hingga awal 2009. Namun, ia meminta agar umat Kristiani tidak kehilangan harapan. [nuz]