INILAH.COM, Serang - Erupsi letusan asap Gunung Anak Krakatau, di perairan Selat Sunda, terlihat jelas sekitar Pantai Anyer dan Carita. Bahkan, ketinggiannya diperkirakan mencapai lebih dari 600 meter sepanjang Minggu (17/5).
Petugas pos pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, Cahya, menyebutkan selama dua hari terakhir ini asap Anak Krakatau tampak jelas. Bahkan dapat terlihat dari pesisir pantai Anyer dan Carita yang berjarak 42 km.
Sebelumnyua, kondisi Anak Krakatau tertutup kabut tebal akibat cuaca buruk. Letusan asap membumbung tinggi dan berwarna putih kelabu. Bahkan, sepanjang Minggu dini hari Gunung Anak Krakatau mengeluarkan lontaran batu pijar hingga terlihat kemerah-merahan.
Dia menyebutkan, aktivitas kegempaan vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau Sabtu (16/5) pukul 18.00-24.00 WIB. Sejak itu, tercatat sebanyak 36 kali terdiri dari vulkanik A (dalam) enam kali, letusan 27 kali, tremor dua kali, dan tremor harmonik tiga kali.
Sedangkan, suara dentuman Anak Krakatau hingga terdengar ke Pantai Anyer sebanyak 52 kali. "Selama ini aktivitas kegempaan vulkanik Gunung Anak Krakatau antara 600 sampai 700 kali," katanya.
Sejauh ini kondisi Gunung Anak Krakatau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Bandung, Jawa Barat, dinyatakan tetap di koridor siaga atau level III.
"Sampai saat ini pengunjung dan nelayan dilarang mendekati kawasan gunung karena masih mengeluarkan lontaran bebatuan pijar juga asap yang bisa membahayakan nyawa orang," jelasnya. [*/nuz]