Minggu, 27 Mei 2012 | 05:45 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gadai Saham Kembali Jadi Alternatif
Headline
inilah.com/Bayu Suta
Oleh: Bastaman
web - Senin, 18 Mei 2009 | 11:12 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Investor berkantong cekak, sebentar lagi, bisa mendapatkan uang tunai dengan cepat. Sebab, Perum Pegadaian akan menghidupkan kembali gadai saham. Produk ini bisa menjadi sumber dana bagi investor yang membutuhkan dana mendadak.
Jadi, jika ada pemodal yang membutuhkan dana segar, ia tak perlu melepas saham bluechips kesayangannya. Cukup menyerahkan saham tersebut ke Pegadaian sebagai jaminan.
Besarnya dana yang bisa diperoleh investor melalui produk ini boleh dibilang tak kecil-kecil amat. Untuk tahap awal, menurut Wasis Djuhar, Director of Business Development, dana yang disiapkan mencapai Rp 50 miliar. Namun angka itu bisa membengkak. "Kita lihat situasi ekonomi dan perkembangan di pasar modal," kata Wasis.
Gadai saham, pertama kali diperkenalkan pada 2007 namun sempat dihentikan pada pertengahan 2008 akibat krisis ekonomi. Sebelum ditutup, BUMN keuangan tersebut telah mengucurkan pinjaman sebesar Rp 250 miliar dengan jaminan saham.
Nah, dengan menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa pekan terakhir, Perum Pegadaian berencana membuka kembali gadai saham. "Mungkin pertengahan tahun ini," papar Wasis.
Menurut aturan main yang sudah dibuat, saham yang diagunkan harus bernilai paling tidak 200% dari besarnya pinjaman. Saham itu akan dimutasikan dari rekening kreditor di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) ke rekening Pegadaian di lembaga yang sama.
Betul, untuk sementara, yang akan diterima sebagai agunan hanyalah saham-saham bluechip yang masuk ke dalam 10 saham unggulan seperti PT Telkom (TLKM) dan PT Astra International (ASII). Bagi para pemegang saham-saham top tersebut, Pegadaian akan menyiapkan dana segar Rp 50 miliar.
Lumayan besar, memang dan tampaknya bakal laris. Sebab, di saat membaiknya kondisi pasar modal seperti sekarang, cukup banyak saham yang layak ditubruk untuk dimainkan dalam jangka pendek. Untungnya? Pasti jauh lebih besar ketimbang bunga Pegadaian yang berkisar 1,75-2,5% per bulan.
Namun, bagaimana jika harga saham turun? Tentu nilai agunan juga merosot dibandingkan besarnya pinjaman. Dalam kondisi demikian, Pegadaian akan meminta nasabah menambah saham yang diagunkannya agar tetap bernilai 200% dari pinjaman. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.