INILAH.COM, Jakarta - PDIP membantah adanya tarik ulur dengan Gerindra, sebelum akhirnya Prabowo bersedia menjadi calon wakil presiden Megawati. PDIP mengatakan, justru Mega-Pro merupakan pasangan yang paling solid dalam menghadapi Pilpres 2009.
"Dalam konteks itu sudah clear. Justru kita yang memberikan hal yang berbeda," kata anggota Badan Pemenangan Pemilihan Presiden PDIP Hasto Kristianto, di kantornya, di Jakarta, Senin (18/5).
Menurut dia, pasangan peserta Pilpres 2009 yang lain memang cepat memutuskan meskipun dipaksakan. Namun PDIP dan Gerindra menurutnya melalui satu proses tahapan. Bahkan ada konteks pemahaman yang sama dalam platform dan diterjemahkan dalam pembagian kekuasaan, yang dinilainya sebagai hal biasa.
"Justru dengan persiapan yang cukup panjang ini, sekarang dari tingkat operasional tidak ada kendala yang berarti. Karena semua sudah diselesaikan sebelumnya," ujarnya.
Ia mengatakan, dengan demikian PDIP dan Gerindra akan membentuk tim yanga solid. Hal ini agar dalam operasional kampanye bisa berjalan dengan efektif, karena waktu yang tersedia tinggal 50 hari lagi. Oleh karenanya, dengan waktu yang tidak terlalu panjang ini PDIP dan Gerindra akan fokus pada persyaratan pilpres.
"Ya tentu saja memastikan bagaimana mendapatkan 50% suara sebagai syarat dalam
pilpres," pungkasnya. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !