INILAH.COM, Jakarta - Mega dan Prabowo membidik lapangan pekerjaan sebagai misi dan visi untuk meningkatkan ekomoni kerakyatan. Namun Mega Pro tak akan mengulangi janji-janji manis seperti yang dilakukan pada kampanye SBY-JK pada Pilpres 2004.
"Saat pasangan ini membuat janji dalam menciptalan lapangan kerja kami tidak gegabah seperti kampanye yang lalu, yang dijanjikan oleh Presiden SBY yang sekarang menjadi bumerang dalam prestasi di bidang ekonomi yang praktis tidak tercapai," kata Sekretaris Badan Pemenangan Pemilihan Presiden Hasto Kristianto, di kantor BPP Presiden, Jakarta, Senin (18/5).
Ia mengatakan, selain membuat lapangan pekerjaan untuk para pengangguran, sektor pangan, sektor infrastruktur dan pertahanan yang menjadi bagian dari desain PDIP dan Gerindra.
"Di sektor itulah kami membuat satu desain bagaimana nanti kebangkitan nasional dengan melibatkan seluruh potensi rakyat dalam berproduksi. Itu yang menjadi satu pesan utama kita," ujarnya.
Jadi PDIP dan Gerindra saling melengkapi dalam sektor ekonomi. Ia menyatakan, Mega Paro akan belajar dari kegagalan pemerintahan SBY.
"Mereka lebih banyak berbicara tentang aspek financial sebagai satu hal yang lebih penting dalam sektor riil. Dan itu kami balik, sektor riil lebih penting untuk menopang aspek financial," tambahnya. [win/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !