INILAH.COM, Jakarta - PPP akhirnya mendukung SBY-Boediono di Pilpres 2009. Terkait soal jatah kursi, PPP enggan berspekulasi. Wakil Ketua Umum PPP Chozin Cumaidi percaya aturan itu diurus secara proporsional.
"Kita kan pasti menenpatkan itu dengan proporsional. Saya yakin karena tujuan kita semua sama, yakni ingin membentuk suatu pemerintahan presidensil yang kuat," kata Chozin Cumaidi kepada INILAH.COM di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/5).
Begitu juga hubungan antara PPP dan Demokrat cukup apik. PPP tak ngotot membicarakan soal jatah-jatahan kursi di kabinet dengan Demokrat karena ikut mengusung SBY jadi bakal capres.
"Hubungan kita ya bilateral dan mutirateral, artinya bersama di antara semua parpol pengusung. Tidak ada secara khusus. Kita selalu bersama-sama dengan PKB, PKS, PAN. Mengenai siapa yang jadi leading sektornya itu nanti," ujar dia.
Terkait apa yang diiming-imingi oleh Demokrat kepada PPP agar mau bergabung, Chozin tak mau berspekulasi. Ia dan PPP yang pasti berharap supaya urusan itu bisa diatur secara proporsional.
Chozin juga mengaku, PPP tak berhasrat mengikuti jejak parpol pendukung koalisi Demokrat yang menganut dualisme. PPP tak ingin banyak bertingkah dan memilih patuh pada Demokrat.
"Sistem kita ini kan presidensil, kita menghargai parpol yang punya suara terbanyak, kita hormati itu. PPP ingin pemerintahan ini kuat maka kita sudah memutuskan dalam koalisi, dan itu sudah selesai," kata Chozin. [ikl/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !