INILAH.COM, Makassar - Perih hati mahasiswi berusia 20 tahun, sebuat saja namanya Dewi. Saat menikmati wisata di Pantai Tanjung Bunga, dia langsung diseret 5 pria berseragam polisi.
Dengan sesungukan, Dewi menceritakan kisah pahitnya itu saat mengadu ke LBH Makassar. Dia menceritakan pengalaman menyakitkannya itu terjadi pada Oktober 2008, sekitar pukul 15.00 Wita.
Saat itu, menurut Dewi, dia sedang berjalan-jalan ke tempat wisata pantai Tanjung Bunga bersama teman prianya. Tak berselang berapa lama, mereka yang berada di atas mobil dihampiri lima orang berpakaian polisi lengkap.
Salah satunya langsung membuka pintu mobil dan langsung menuduh mereka berbuat asusila. Kemudian korban dipaksa membuka pakaian, dan pakaian dalam. Dan salah satu dari mereka merekam temannya yang sedang melucuti pakaian korban.
Meski telah mencoba melakukan pembelaan, korban yang merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar, tetap dilecehkan. Pria berseragam itu meminta memperlihatkan organ kelamin korban.
Hasil rekaman menggunakan handphone yang dilakukan 5 pria itu sempat beredar di Makassar, karena handphone itu dijual tanpa menghapus rekaman itu. Dari situlah hingga akhirnya rekaman itu sempat dilihat oleh rekan korban. Padahal korban telah berusaha menutupi kasus itu.
Keluarga korban tak terima, merekapun melaporkan perlakukan tersebut ke LBH Makassar dengan harapan LBH akan melanjutkan ke Kompolnas, Kapolri, dan Komnas Perempuan. Dengan rekaman itu juga korban dan keluarganya melaporkannya ke LBH. [ana]