INILAH. COM, Jakarta - Deklarasi SBY-Boediono yang wah dan menciptakan jargon SBY Berbudi tiba-tiba diganti menjadi SBY-Boediono. SBY Berbudi hanya cetusan spontanitas dari kader PD Sumbar.
"Oh sudah diganti? Nanti saya cek dulu. Tapi setahu saya jargon itu muncul spontanitas dari yang membacakan deklarasi saja, karena kita sebetulnya SBY-Boediono," kata Wakil Ketua Umum PPP Chozin Chumaidi kepada INILAH.COM di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/5).
Ia mengatakan, sebelumnya memang ada perwakilan dari kader Demokrat dari wilayah Sumatra Barat yang mengusulkan agar menggunakan jargon SBY Berbudi. Tetapi itu baru sebatas usulan, belum diambil keputusan sepakat.
"Jadi tidak ada soal rugi itu, karena deklarasi begitu (mewah). Itu dulu kan diusulkan oleh kader Demokrat kalau saya tidak salah. Dia dari Sumatera Barat mewakili yang mengusulkan jargon itu," ujarnya.
Terkait jargon SBY Berbudi itu diganti karena mengandung arti SBY Berbohong, Chozin tak percaya. Malah ia menegaskan bahwa yang digunakan oleh partai selama ini SBY-Boediono. [Ikl/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !