INILAH.COM, Surabaya - Telepon seluler (ponsel) asal China belum bisa bicara banyak di pasar Indonesia. Sampai saat ini, market share ponsel China baru mencapai 8%.
"Penjualan ponsel China di Indonesia memang belum dominan. Meski sudah dipasarkan selama dua tahun, market share-nya baru sekitar 8%," kata General Manager PT Sinar Jaya Sukses Mandiri, principal HT Mobile, Nuramin, di Surabaya.
Ia menjelaskan, penjualan ponsel China di Indonesia sangat jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lainnya.
"Namun, di India, Amerika Latin, Thailand, dan Afrika market share ponsel China justru menunjukkan angka positif. Di India dan Thailand, pencapaian market share masing-masing sebesar 50% dan 20%," katanya.
Meski demikian, principal HT Mobile, PT Sinar Jaya Sukses Mandiri tetap optimistis, dalam memasarkan tiga produk ponsel terbaru yang menjangkau berbagai segmentasi pasar Jawa Timur.
"Kami yakin, dengan ponsel berlabel HT tersebut bisa mempenetrasi pasar Jatim. Target market share tahun ini mencapai 20%," katanya.
Rasa optimisme itu dilandasi oleh pemikiran pihaknya telah membuat perencanaan terkait produk yang akan diluncurkan. Jika tak ada kendala, HT akan melepas 18 produk pada tahun ini. Target pasar produk itu membidik kalangan pecinta ponsel TV dengan target 60% dari total produk.
"Kalau setiap bulan total penjualan ponsel seluruh merek di Indonesia mencapai 2,5 juta unit, kami akan meraih pangsa 4-5% pada tahun 2010," katanya optimistis.
Terkait tiga produk baru itu, Brand Manager PT Sinar Jaya Sukses Mandiri, Ridwan Zalie, menambahkan, spesifikasinya memiliki daya tarik tersendiri.
"Keunggulan ponsel itu di antaranya TV ponsel berlayar lebar, multimedia, music phone, layanan GPRS, dilengkapi kamera 0,3 megapiksel dan bluetooth," katanya.
Mengenai target marketya, ia berharap, dapat menjangkau masyarakat kalangan atas dan anak-anak muda. [*/ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !