INILAH.COM, Jakarta - Kondisi sektor finansial di Tanah Air kembali didera sentimen positif yang membuat angka indeks pasar modal dan nilai tukar rupiah menunjukkan grafik yang menanjak. Apalagi lembaga keuangan asing menaikkan rating RI.
Imbasnya, dalam perdagangan saham Senin (18/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 52,654 poin (3,01 %) menjadi 1.803,568. Indeks LQ-45 naik 9,220 poin (2,7%) menjadi 350,197 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 7,147 poin (2,52%) menjadi 291,047.
Padahal saat dibuka, indeks sempat anjlok hampir 2%, tepatnya 1,97 % ke level 1.716 seiring memburuknya bursa regional dan global. Namun, demikian, saat sesi siang indeks sedikit membaik dan bertengger di level 1.738.
Chief Economist BNI Tony Prasentiono menilai bahwa kepercayaan asing terhadap ekonomi Indonesia akhir-akhir ini memang menunjukkan perbaikan yang signifikan.
"Ini pararel dengan masuknya modal asing ke pasar modal. Akibatnya indeks kembali diatas 1.800 dan cadangan devisa terus bertambah hingga kini mencapai US$ 56 miliar. Nilai tukar rupiah juga menguat," ujarnya.
Berbagai kondisi positif tersebut, menurut Tony, disebabkan karena likuiditas yang mulai mengendur dan longgar. Tony mengharapkan berbagai kondisi positif di sektor finansial tersebut bisa mendorong perbankan untuk turut menurunkan suku bunga perbankan.
Salah satu sentimen positif tersebut keluar dari dinaikkannya peringkat saham Indonesia oleh lembaga keuangan asing yang kredibel yakni JP Morgan. JP Morgan menaikkan peringkat saham di Rusia dan Indonesia seiring dengan pemulihan ekonomi global yang membuat pasar negara berkembang jadi tujuan utama dari investor. Peringkat Rusia naik menjadi netral, sedangkan Indonesia dinaikkan menjadi overweight.
Pengamat Pasar modal Ikhsan Binarto menjelaskan bahwa bursa berbalik menguat 52 poin atau 3% ke level 1.803 di tengah bursa regional yang mixed. "Indeks tidak berhasil membuat new low di bawah 1.708 dan berbalik menguat begitu menembus middle band," jelasnya
Analis Optima Securities tersebut mengemukakan, down trend masih belum berubah namun penguatan masih berpeluang kembali terjadi mengingat fast stochastic telah berpola golden cross. "Kisaran IHSG di level 1.750-1.860 dengan pilihan saham antara lain TLKM, ENRG, LSIP, TRUB dan BNBR," ungkapnya.
Menurutnya, indeks regional sudah positif setelah panic selling mereda sehingga memberi sinyal penguatan akan terus berlanjut. Indeks akan ditopang industri dasar, infrastruktur, dan sebagian sektor komoditi.
IHSG pada perdagangan sesi I, Selasa (19/5) dibuka menguat 41,87 poin (2,32%) ke level 1.845,44 dari penutupan kemarin di level 1.803,57. Sejumlah saham tampak menguat seperti PT Astra International (ASII) naik 1.150 ke Rp 19.250, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 650 poin ke Rp 17.700, serta PT Astra Agro Lestari (AALI) naik 600 poin ke Rp 18.700.
Demikian pula saham PT Gudang Garam (GGRM) naik 500 poin ke Rp 9.200, PT London Sumatera (LSIP) naik 350 poin ke Rp 5.900, PT Bukit Asam (PTBA) naik 200 poin ke Rp 10.200, PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik 200 poin ke Rp 6.350, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 200 poin ke Rp 6.150, dan PT Bank Danamon (BDMN) naik 200 poin ke Rp 3.900.
Sedangkan saham yang turun seperti PT Bank Ekonomi Raharja (BAEK) turun 25 poin ke Rp 2.300, PT Perdana Gapuraprima (GPRA) turun 11 poin ke Rp 139, dan Holcim Indonesia (SMCB) turun 10 poin ke Rp 980. [E1]