INILAH.COM, Jerusalem - Pemerintah Israel mengimbau warganya, terutama pengguna situs jejaring sosial Facebook. Pasalnya, situs itu disinyalir akan digunakan oleh kelompok teroris untuk merekrut mata-mata. Benarkah?
Laporan itu dilansir oleh biro keamanan Israel, Shin Bet, yang langsung mengingatkan warga akan bahayanya saling bertukar informasi rahasia demi uang. Mereka banyak menerima laporan kasus dimana aktivitas terorisme terlacak di internet dan berhubungan dengan warga Israel.
"Teroris itu mencoba berhubungan dengan warga menggunakan proposal untuk mendata aktivitas teror atau bertukar informasi rahasia demi bayaran tertentu," demikian pernyataan itu seperti dilansir CNN, Selasa (19/5).
Jika terus berlanjut, aktivitas semacam itu akan membahayakan negara. Tak hanya itu, warga yang bepergian ke negara lain dan menukar informasi demi uang, juga rawan terhadap penculikan yang dilakukan oleh organisasi terorisme terkait.
Pemerintah enggan mengungkapkan contoh warga Israel yang bertindak sebagai mata-mata melalui Facebook itu. Namun, mereka membeberkan sebuah usaha yang telah dilakukan oleh satu pihak tertentu.
"Beberapa waktu belakangan ini, warga Israel menguhubungi Shin Bet dan mengeluhkan permintaan di Facebook dari seseorang yang mengaku pedagang Libanon. Ia meminta sebuah informasi rahasia dan informannya akan mendapat imbalan dana," lanjut Shin Bet.
Biro itu menyampaikan masih banyak insiden lainnya yang terungkap. Semuanya langsung menyasar kepada warga Israel. Shin Bet kini sibuk menyisir beberapa situs jejaring sosial lainnya yang sekiranya akan digunakan organisasi terorisme untuk beraktivitas. [vin/nuz]