INILAH.COM, Jakarta - Enam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen gula, PTPN VI,VII,IX,X,XI dan XIV dan PT RNI telah sepakat bekerja sama dengan Perum Bulog untuk distribusi gula sepanjang 2009 dan 2010.
"Tadi malam di Surabaya, kami baru menandatangani adendum kerja sama PTPN dengan Bulog disaksikan Deputi Meneg BUMN Agus Pakpahan. Semua BUMN sudah tandatangan kecuali PTPNB II Sumatera Utara akan menyusul," kata Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar, di sela Seminar Nasional 'Menggerakkan Kawasan Sabang Sesuai Statusnya', di Jakarta, Selasa (19/5).
Mustafa memperkirakan total produksi gula BUMN yang akan didistribusikan sebanyak 600 ribu ton. Sebelumnya, Bulog juga mendistribusikan gula produksi PTPN II dan PT RNI hasil musim giling 2008 sebanyak 260 ribu ton.
"Konsep 2008 itu dinilai positif, sehingga Bulog diminta meneruskan keagenan gula dengan skala yang lebih luas," ujarnya.
Bulog mengajak produsen gula lain yang berminat untuk bekerja sama dengan pihaknya dalam bentuk distribusi keagenan gula.
"Untuk gula yang dihasilkan petani, kita beri pilihan kalau produsen gula lain ingin bergabung silahkan, jual sendiri juga silahkan," tuturnya.
"Harga gula sekarang cukup tinggi, sekitar Rp8.000-Rp8.400 per kg. Dengan sistem distribusi yang lebih terkendali, maka efisiensi distribusi jadi baik. Beberapa mata rantai mudah-mudahan bisa dipotong, sehingga harga produsen akan cukup menarik dan menguntungkan," jelasnya.
Mustafa memperkirakan dalam beberapa pekan ke depan pihaknya mulai mendistribusikan gula produksi PTPNB VII yang sudah giling tebu. "Tapi ini masih dalam persiapan," tegasnya.
Mustafa menjelaskan Bulog hanya mendapatkan biaya bistribusi 1,5 persen dari nilai jual setelah dipotong PPn atau sekitar Rp60 rupiah per kg.
"Konsepnya bukan untuk mencari keuntungan, tapi distribusi dan stabilisasi harga. Saya berharap bisa stabilisasi harga dan menyerap semua gula BUMN," tambahnya. [*/cms]