INILAH.COM, Jakarta - Proyek bijih nikel (feronikel) di Halmahera, Maluku Utara, yang dimiliki oleh PT Aneka Tambang (ANTM) pembangunannya diperkirakan akan mundur dari rencana awal.
"Ada proyek-proyek yang akan kita selesaikan dulu, satu-satu lah," ujar Direktur Utama ANTM, Alwinsyah Lubis, usai mengisi acara BNI Securities Corporate Conference yang digelar Selasa (19/5) di Wisma BNI46.
Sebelumnya, proyek Halmahera, akan mulai dibangun pada 2011 dan diharapkan beroperasi secara komersial pada 2014.
Hingga kini, proyek tersebut masih 100% dipegang oleh ANTM yang sebelumnya dimiliki oleh BHP Biliton sebesar 75%. "Kita sudah sales transfer agreement dengan BHP, otomatis kita menjadi 100% pemilik nikel di sana. Tapi kita juga masih mencari mitra strategis," paparnya.
Adapun nilai investasi untuk proyek ini mencapai US$ 1,8 miliar. Sementara itu, menurut Alwin, proyek-proyek yang akan dijalani ANTM secara bertahap adalah Proyek CGA Tayan, Proyek PLTU Pomala, akuisisi tambang emas dan batu bara, serta Proyek Feni Halmahera dan Proyek SGA Mempawah. "Kalau power plant untuk bantu pabrik yang di Pomala, dari situ kita berharap bisa menekan cost hingga 10% bila sudah beroperasi," ujarnya. [cms]