inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Ponsel China Gerogoti Pasar Nokia

Headline
istimewa
Oleh: Budi Winoto
Rabu, 20 Mei 2009 | 08:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta Kehadiran ponsel China di Tanah Air tak bisa dipandang sebelah mata. Ponsel China sudah berhasil mengambil 10% market share ponsel global. Hadirnya ponsel China juga membuat produsen global tidak berani memasang harga tinggi.
Selama dua tahun terakhir, ponsel lokal asal China telah menjadi fenomenal. Ponsel China membuat konsumen bisa mendapatkan produk murah. Meskipun dari segi kualitas masih tergantung vendornya.
General Manager PT Sinar Jaya Sukses Mandiri, principal HT Mobile Nuramin mengatakan pada periode 2008, posisi lima besar memang masih dipegang merek global.
Namun pada periode itu ponsel China secara keseluruhan, telah mencuri 10% pasar ponsel merek global. "Kehadiran ponsel China terbukti bisa diterima konsumen," katanya.
Ia menambahkan ponsel China memberikan keuntungan pada konsumen dari segi harga. Ponsel China berhasil memaksa merek global menurunkan harga produknya. Sebelum ada ponsel China, merek global bisa menerapkan harga tinggi, padahal dari jumlah produksi sangat besar.
"Seharusnya dengan tingkat produksi yang besar, merek global bisa menawarkan harga lebih terjangkau," papar Nuramin. Kini merek global tidak berani memasang harga tinggi, untuk produknya yang memiliki segmen sama dengan ponsel China.
Saat tidak ada kompetisi, ponsel ganti casing tanpa penambahan fitur bisa dijual hingga Rp 3 juta. Namun kini jika mematok harga tinggi, maka market share merek global akan semakin banyak diambil oleh ponsel China.
Meskipun begitu, kata Nuramin, penjualan ponsel China di Indonesia sebenarnya bisa lebih tinggi lagi. Jika dibandingkan negara lain, penjualan ponsel China di Indonesia sangat jauh tertinggal.
"Di India, Amerika Latin, Thailand, dan Afrika market share ponsel China menunjukkan angka positif. Di India dan Thailand, market share mencapai 50% dan 20%," jelasnya.
Nuramin mengakui kualitas ponsel China yang tidak seragam, sebagai penghambat. Ia mengingatkan konsumen agar membeli ponsel China yang produsennya jelas. Vendor ponsel China di Indonesia mencapai 80 merek. Namun jumlahnya diperkirakan telah susut hingga separuhnya.
Menurut Nuramin, jumlah yang banyak itu memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah produk jadi mudah terkenal. Tapi kekurangannya jika ada vendor yang tidak jujur, akan berdampak pada image semua merek ponsel China.
Menjual ponsel China sebenarnya juga bukan pekerjaan mudah. Kualitas produk China tidak bisa diandalkan hingga kini masih belum bisa sepenuhnya dihapus. "Konsumen melihat semua produk China seperti motor China," kata Nuramin.
Sementara produsen ponsel terbesar Nokia, merasa pasarnya tetap kuat di Indonesia. Hingga kini Nokia tetap mampu mempertahankan marketnya. "Sampai saat ini Nokia tetap nomor satu," kata Produk Manager Nokia Indonesia, Legi Soegianto.
Menurutnya portofolio ponsel Nokia di Indonesia sangat banyak, mulai dari kelas low, mid hingga high end. Oleh karena itu Nokia memiliki potensi konsumen yang sangat besar.
Selain itu Nokia sebagai pemimpin pasar berusaha unggul di inovasi teknologi. Hal itu menjadikan Nokia lebih dipercaya konsumen. Legi mencontohkan sebelum 3G masuk di Indonesia, Nokia sudah menyediakan handsetnya di Indonesia.
Meskipun konsumen tidak bisa menggunakan karena jaringan belum tersedia, tapi hal itu mendukung penguatan merek Nokia. "R&D Nokia saat ini juga sudah mengembangkan handset 4G meskipun jaringannya belum ada," imbuhnya. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.