INILAH.COM, Jakarta - Dulu, Blok Perubahan beranggotakan parpol-parpol. Kini para parpol itu seperti PBR dan PPPI telah menjadi 'kutu loncat', bergabung dalam blok mendukung SBY. Yang masih bertahan adalah para tokoh.
"Sejak hari ini Blok Perubahan keanggotaanya bukan lagi partai-partai, tapi kini adalah tokoh-tokoh dari berbagai kalangan dan asosiasi," ujar pimpinan Blok Perubahan Rizal Ramli di Rumah Perubahan, Jakarta, Rabu (20/5).
Menurut mantan Menko Perekonomian ini, parpol-parpol dulunya tergabung dalam Blok Perubahan hanya menjadikan politik sebagai alat untuk mengejar kekuasaan semata. Padahal dulunya parpol-parpol itu sangat kencang menyuarakan perubahan.
"Banyak di Indonesia yang berpolitik hanya karena pragmatisme. Bahkan sempat ada seorang duta besar yang mengatakan kepada saya bahwa negaranya bingung dengan sikap elit-elit parpol yang seperti kutu loncat," kata Rizal.
Tekad Rizal sebelumnya memang ingin maju menjadi capres pada Pilpres 2009. Walau tidak memiliki parpol, namun saat itu Rizal berhasil mendapatkan dukungan dari beberapa parpol kecil. Namun karena parpol pendukungnya tak ada yang lolos parliamentary treshold, maka parpol-parpol itu malah balik badan mendukung pasangan SBY-Boediono. [mut/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !