INILAH.COM, Jakarta - Walaupun gagal menjadi capres, Rizal Ramli tidak berhenti untuk tetap membawa perahu Blok Perubahan. Rizal tetap bertekad untuk melawan neo liberal yang kembali masuk dalam bursa capres-cawapres. Sebab mereka mengusung ekonomi kerakyatan yang palsu. Siapa?
"Menjadi tanggung jawab moral dan intelektual kami untuk memilah dan menjelaskan kepada rakyat Indonesia siapa capres yang mengusung ekonomi kerakyatan palsu dan manipulatif," ujar Rizal di Rumah Perubahan, Jakarta, Rabu (20/5).
Pria yang akrab disapa RR ini mengatakan, selain ada capres yang ekonomi kerakyatannya palsu, ada juga capres yang mengusung ekonomi kerakyatan dengan setengah hati. Tapi ada juga yang benar-benar mengusung ekonomi kerakyatan, namun belum paham caranya.
"Pada waktunya nanti kami akan beberkan siapa capres yang sebenarnya neo liberal tapi memakai isu ekonomi kerakyatan hanya untuk memenangkan pilpres saja," kata mantan Menko Perekenomian ini menolak membeberkan nama.
Untuk itu, Ketua Komite Bangkit Indonesia ini tetap bertekad untuk memainkan perannya. Yaitu mendorong agar capres-cawapres yang baru setengah hati menjadi sungguh-sungguh menjalankan ekonomi kerakyatan, dan akan memberitahu caranya kepada pasangan yang memang benar-benar ingin melawan neo liberal.
"Dan untuk yang anti neo liberal palsu akan kami telanjangi kepalsuannya. Sehingga dalam memilih pemimpinnya, rakyat benar-benar paham dan tidak tergoda lagi oleh janji-janji palsu dalam kampanye," cetus Rizal. [mut/sss]