INILAH.COM, Yangon - Pemerintah Myanmar kembali melarang media dan diplomat untuk mengikuti sidang kasus pemimpin oposisi negara itu, Aung San Suu Kyi yang digelar hari ini, Kamis (21/5). Padahal sehari sebelumnya, sidang itu terbuka.
Sebelumnya, 20 diplomat dan 10 jurnalis mendapat izin untuk menyaksikan sidang yang berlangsung selama sejam itu pada Rabu (20/5). Bahkan, diplomat dari Rusia, Singapura, dan Thailand mendapat kesempatan untuk langsung bertemu dengan Suu Kyi pada hari itu.
Seorang utusan Inggris, Mark Canning, mengatakan kepada BBC bahwa pemenang nobel yang telah menjadi tahanan selama 19 tahun terakhir itu terlihat baik-baik saja. "Ia memegang kendali tim pertahanannya," ungkapnya.
Meski tak bisa menemui secara langsung para diplomat yang peduli terhadapnya, Suu Kyi menyampaikan rasa terima kasihnya. "Terima kasih atas kehadiran dan dukungannnya, saya harap bisa menemui kalian di masa mendatang," ungkapnya.
Sidang digelar di dalam penjara dekat ibukota Yangon yang dikawal ketat oleh personel kepolisian. Jubir Partai Suu Kyi Liga Nasional untuk Demokrasi, Nyan Win, mengatakan pengadilan berusaha mengeluarkan vonis sebelum masa tahanannya usai pada 27 Mei mendatang. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !