INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat membantah SBY miliki hidden agenda terkait rencananya dalam pilpres mendatang. Semua rencana politik selalu dikomunikasikan secara terbuka dengan parpol mitra koalisi tanpa ada yang ditutup-tutupi.
"Semua kampanye untuk memenangkan SBY-Boediono. Kita solid, kompak apalagi dengan parpol koalisi. Jadi tidak ada ketertutupan," jelas Ketua DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (22/5).
SBY, menurut mantan politisi Partai Golkar ini, tidak pernah melakukan komunikasi secara tertutup. Semuanya selalu dikomunikasikan. "Mungkin yang pertama ke Partai Demokrat baru kemudian ke parpol mitra kkoalisi," ujarnya.
Mantan pemeran Poltak dalam Sinetron Gerhana ini membantah jika terpilihnya Boediono sebagai cawapres tidak ada kaitannya dengan 5 cawapres yang pernah ditetapkan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut. "Semua itu sesuai dengan kriteria, buktinya Boediono mendapat dukungan dari parpol mitra koalisi. Semua kriteria cawapres ada pada Boediono," terangnya.
Buktinya, dijelaskan dia, parpol mitra koalisi tidak menandatangani kontrak politik yang disodorkan Partai Demokrat. Meskipun sempat terjadi penolakan, namun hal tersebut karena kurangnya komunikasi antar parpol. "Jadi etika koalisi harus solid. Jika masing-masing parpol koalisi tidak solid itu urusan internal parpol," tandasnya. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !