INILAH.COM, Jakarta - Pasangan nusantara Jusuf Kalla dan Wiranto dinilai akan memberi kejutan di Pilpres 2009. Dari 3 pasangan capres-cawapres, hanya JK Win yang mewakili Jawa-luar Jawa. Apalagi primordialisme menguat dengan adanya Pilkada.
"Kalau kita lihat peluang SBY cukup besar karenaq citranya yang sudah melekat. Tapi bisa saja terjadi kejutan apalagi Jusuf Kalla tidak bisa dilihat sebelah mata. Dia juga mendapat dukungan yang meningkat," kata pengamat politik Musni Umar kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (22/5).
Dilihat dari struktur masyarakat tradisional yang menganut sistem paternal, kata Musni, isu Jawa dan non Jawa masih berlaku. Bisa menjadi alat mendulang suara untuk kalangan masyarakat kelas bawah.
"Mainstream-nya Presiden Jawa dan Wapresnya non Jawa. Tapi yang sekarang ini kan Jawa-Jawa dan non Jawa-Jawa. Ini jadi hal yang baru buat bangsa ini. Kita harus lihat apakah bangsa bisa menerimanya," papar Musni.
Jawa dan luar Jawa, lanjut Musni, merupakan komposisi perekat yang sangat penting. Semisal pasangan presiden dan wakil presiden legendaris Soekarno-Hatta.
"Jadi memang sudah dipikirkan keterwakilan Jawa dan luar Jawa. Nah ini akan terlihat pada Pilpres nanti," imbuhnya.
Jika nanti pasangan Jawa-Jawa yang menang, maka solusinya adalah representasi luar Jawa diperbanyak di dalam kabinet.
"Otomatis kabinetnya harus banyak yang dari luar Jawa dan memegang posisi yang strategis seperti menteri keuangan, perdagangan, industri dan bidang-bidang ekonomi lainnya," tukasnya. [ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !