Selasa, 29 Mei 2012 | 04:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Dandossi Matram
BUMI Akan Stabil di Atas Rp2 ribu. Hold!
Oleh: Ahmad Munjin
web - Jumat, 22 Mei 2009 | 12:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI) akhir pekan, Jumat (22/5) diprediksikan bergerak stabil di atas level Rp2000, meski sempat terkoreksi di awal sesi. Investor masih direkomendasi untuk 'hold' saham BUMI.

Pengamat pasar modal, Dandossi Matram memprediksikan pergerakan BUMI akan stabil di atas Rp2 ribu. Namun, pada sesi petama BUMI akan terkoreksi terlebih dahulu. Pasalnya, beberpa investor masih terpengaruh oleh penurunan indeks yang terjadi secara global maupun regional.

Namun di sisi lain, pergerakannya akan terpengaruh oleh sentimen positif dari penguatan rupiah. Pasalnya, penguatan rupiah akan menajadi pendorong gerak IHSG, dan BUMI menjadi buruan investor karena merupakan salah satu saham yang likuid. "Karena itu pada sesi siang BUMI akan puliah lagi di atas Rp2 ribu," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (22/5).

Pada perdagangan Jumat (22/5) sesi siang, saham BUMI melemah 50 poin (2,43%) ke Rp2.000 dibanding posisi kemarin di Rp2.050 per unitnya. Volume transaksi mencapai 582.809 lembar, senilai Rp586 miliar dengan frekuensi 5211 kali.
Berikut wawancara INILAH.COM dengan Dandossi Matram.

Saat ini saham BUMI terkoreksi. Bagaimana prediksi Anda terkait pergerakan emiten ini di hari terakhir perdagangan pekan ini?
Pada sesi pertama, BUMI terkoreksi karena beberpa investor masih terpengaruh penurunan indeks yang terjadi secara global dan regional. Namun, pada sesi kedua, BUMI akan pulih lagi di atas Rp.2 ribu. Pergerakan BUMI akan tipis karena kondisi market yang netral di mana naik turunnya tidak akan besar. Tidak akan lebih besar dari 1% kenaikan dan penurunannya. BUMI akan berusaha stabil di atas Rp2 ribu.

Lantas apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
Masih hold. Jangan di-trading. Dalam kondisi sekarang, beli kemudian simpan dan akumulasi untuk jangka panjang. Jangan dijual.

Apa penguatan ini karena penguatan harga minyak mentah?
Harga minyak memang naik, itu menjadi sentimen positif bagi saham komoditas, termasuk BUMI. Namun, ada kekhawatiran koreksi indeks di bursa global dan regional akan menahan kenaikan harga-harga saham komoditas. Dampaknya akan terlihat dari kenaikan harga minyak pekan depan. Akan terjadi keseimbangan harga yang baru sebagai imbas kenaikan harga minyak. Hal ini akan berpengaruh positif terhadap pasar. Bagaimanapun, positif dan negatif, kalaupun naik turun tidak akan lebih dari 1%.

Seperti apa prediksi terhadap IHSG hingga penutupan sore nanti?
Melihat kondisi regional, tampaknya IHSG akan melanjutkan penurunan. Koreksi ini disebabkan pelemahan indeks di Amerika dan Eropa akibat meningkatnya tingkat pengangguran AS, yang menunjukkan ekonomi masih bermasalah. Selain itu, S&P 500 menurunkan rating keuangan Inggris dari stabil menjadi negatif. Hal ini dikhawatirkan akan terjadi di Amerika, yang sama-sama membelanjakan dana sangat besar untuk program bailout.

Semua itu berdampak negatif terhadap market domestik?
Tidak semuanya negatif. Pemburukan ini menyebabkan pelemahan dolar terhadap mata uang kuat lainnya. Sehingga Indonesia mendapat manfaat dari penguatan rupiah terhadap dolar dan ini akan berimbas positif bagi market Indonesia.
Penguatan rupiah ini akan meyakinkan BI memangkas BI rate, dan mendorong perbankan menurunkan tingkat suku bunga. kemudian inflasi berkurang, karena banyak barang modal yang diimpor menjadi lebih murah bagi Indonesia. Walaupun di sisi lain ekspor bisa jadi masalah. Namun, ekspor kita ke Amerika tidak besar.
Investor cenderung tidak memegang dolar, karena posisi dolar terus melemah. Dalam beberapa bulan ke depan, dolar masih akan terus merosot. Ini akan mendorong pemilik dolar segera mengkonversi mata uangnya ke rupiah. Rupiah menjadi mata uang yang cukup diminati investor.
Apalagi daya tahan ekonomi Indonesia cukup kuat. Rupiah akan bertahan meski di atas 10 ribu, karena masih menunggu rating Amerika. Jadi masih akan terus dinamis.
Tapi arahnya rupiah akan menguat. Negatifnya rating S&P 500 terhadap keuangan Inggris ini diantisipasi investor dengan melemahnya indeks di Bursa Wall Street dan pelemahan dolar. Ini juga akan mendorong pasar Indonesia lebih ramai. Pasar modal akan melihat bunga bergerak ke mana, apakah naik atau turun.

Sentimen bursa AS dengan penguatan rupiah mana yang lebih dominan menggerakkan bursa akhir pekan ini?
Tarik menarik keduanya itu akan membuat bursa Indonesia netral. Artinya, pergerakan indeks, naik dan turun, akan tipis. Tarik menarik itu akan membuat situasi menjadi netral. Sekarang tinggal persepsi investor lebih dominan ke arah mana. Karena netral, kalaupun plus minus tidak akan besar. Tapi, indeks kita juga banyak dipengaruhi oleh pergerakan saham-saham Bakrie. Saham Bakrie pada penutupan kemarin sudah stabil dan menyebabkan indeks cenderung stabil. Pergerakannya tidak akan jauh dari 1.885. [E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.