Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:05 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PKS Minta Jatah 7 Menteri 4 Dubes?
Headline
Hilmi Aminudin
Oleh: Raden Trimutia Hatta
web - Jumat, 22 Mei 2009 | 13:19 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PKS sempat 'ngambek' saat Boediono dipilih SBY mendampinginya. Setelah 'dibujuk' SBY, PKS akhirnya melunak dan mendukung duet SBY-Boediono. Namun kabarnya tidak ada yang gratis. PKS diisukan meminta jatah 7 menteri dan 4 dubes. Benarkah?

Kabar yang berhembus menyebutkan SBY dan Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin meneken kontrak koalisi pada 15 Mei di Bandung, Jawa Barat. Kontrak berupa 2 lembar kertas yang diparaf SBY-Hilmi pada tiap lembarnya.

Isinya, PKS meminta jatah 7 menteri dan 4 dubes sebagai imbalan menyetujui Boediono menjadi cawapres pendamping SBY. Namun SBY hanya menyetujui jatah 4 menteri. Sedangkan jatah 3 menteri lainnya dan 4 dubes ditolak.

"Kata siapa itu? Kita itu hanya menandatangi piagam koalisi saja. Menang saja belum, masak sudah bicara kekuasaan," bantah Hilmi saat dikonfirmasi INILAH.COM di Jakarta, Jumat (22/5) mengenai kabar tersebut.

Kontrak politik yang dilakukan PKS, jelas dia, sama sekali bukan seperti itu. Kontrak yang dilakukan PKS terkait dukungan terhadap SBY-Boediono saat itu adalah untuk kemenangan Pilpres 2009. [sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.