INILAH.COM, Jakarta - Isu kembali menerpa PKS. Partai berlambang 2 bulan sabit diapit setangkai padi ini dikabarkan meminta jatah 7 menteri dan 4 dubes sebagai imbalan menyetujui Boediono mendampingi SBY dalam Pilpres 2009. Bagi PKS, imbalan seperti itu kecil.
"Kalau itu adalah imbalan karena kita setuju Boediono, terlalu kecil. Kita itu mau imbalannnya adalah akhirat," cetus Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin saat dikonfirmasi INILAH.COM di Jakarta, Jumat (22/5) mengenai kabar tersebut.
Mengenai kabar pada akhirnya yang disetujui hanyalah jatah 4 menteri oleh SBY, lalu kontrak koalisinya diteken oleh SBY dan Hilmi di Bandung pada 15 Mei, Hilmi menampiknya.
"Kita ini belum apa-apa masak sudah minta imbalan jatah kekuasaan seperti itu. Kontrak kita saat itu adalah untuk kemenangan pilpres," jelas Hilmi.
PKS sempat terang-terangan tidak setuju atas keputusan SBY menjatuhkan pilihan kepada Boediono. Partai dakwah ini mengingatkan syarat koalisi yang diajukan adalah agar pendamping SBY berasal dari parpol, bukan non parpol. Namun setelah 'dibujuk' SBY, akhirnya PKS melunak dan mendukung duet SBY-Boediono. [sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !