inovasi portal berita
Rabu, 8 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,998.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Inilah Alasan Boediono Neolib

Headline
Boediono
Oleh: Mevi Linawati
Jumat, 22 Mei 2009 | 13:43 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Beberapa kebijakan Boediono saat menjadi menteri keuangan maupun menko perekonomian sangat membuktikan sebagai penganut ekonomi neoliberal. SBY yang menggandeng Boediono sangat bertaruh untuk bangsa ini.

Hal itu dikatakan ekonom ECONIT, Hendri Saparini dalam sebuah diskusi Ekonomi Kemandirian VS Ekonomi Neoliberalisme di Jakarta, Jumat (22/5).

"Secara pribadi Boediono santun tetapi kebijakannya tidak pernah santun. Kesantunan pribadi tidak cukup, apakah kebijakan menambah utang itu santun," katanya.

Hendri menjelaskan bahwa Boediono selama menjabat membawa paket consencus Washington yaitu menerapkan disiplin anggaran. Pengaruh yang jelas adalah pemangkasan subsidi dengan alasan untuk menjaga kesehatan APBN.

Hal ini terbukti dari angaran pendidikan yang mengurangi peran pemerintah. Pendidikan gratis hanya diberikan pada tingkat SD saja. Dengan demikian kebijakan anggaran bukan untuk meningkatkan ekonomi rakyat. "Paket ini ditujukan kepada negara-negara yang berkembang karena memiliki utang yang besar," tegasnya.

Selain itu, paket tersebut juga menjalankan praktik liberalisasi dengan membuat undang-undang yang mengandung unsur neoliberalisme seperti UU Migas, UU Penanaman Modal, UU Badan Hukum Pendidikan. Kasus lain adalah paket stimulus perdagangan justru diberikan kepada importir susu bukan kepada peternaknya.

Satu lagi bagian dari kebijakan Boediono adalah privatisasi dengan menjual saham kepemilikan pemerintah di BUMN. Sampai saat ini sudah 40 BUMN yang terjual untuk memperkuat anggaran APBN. Akibatnya walaupun 2008 ekonomi tumbuh mencapai 6% tetapi kesenjangan ekonomi semakin lebar dan daya kompetisi menurun.

"Jadi SBY memilih Boediono maka SBY sudah memberikan taruhan tertinggi pada bangsa ini," katanya.[hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.