inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

'Isu Boediono Neolib Akal-akalan'

Headline
Faisal Basri
Oleh:
Jumat, 22 Mei 2009 | 17:42 WIB
INILAH.COM, Jakarta Wakil presiden pendamping Susilo Bambang Yudhoyono, Boediono kerap dilekatkan dengan isu penganut neoliberal. Namun, hal ini dinilai hanya bagian strategi tim sukses pasangan capres dan cawapres.

Hal itu diungkapkan pengamat ekonomi Faisal Basri, dalam diskusi 'Menjawab Tantangan Ekonomi Politik Indonesia 2009-2014', yang digelar Indonesia Centre Responsive Politics (ICRP), di Jakarta, Jumat (22/3).

Menurut mantan Sekjen PAN ini, isu neoliberal sengaja digulirkan karena Boediono bukan bagian dari mafia Berkeley. Lawan politik SBY-JK diduganya sengaja mengembuskan isu tersebut.

"Boediono bukan neoliberal. Makanya Presiden Megawati saat itu tidak segan-segan merekrut dia sebagai menteri," kata Faisal.

Ketidakyakinan Faisal, juga berdasarkan UUD 1945 yang menyebutkan kegiatan perekonomian dilakukan untuk memajukan kepentingan umum. Sementara neoliberal lebih untuk kepentingan privat. "Jelas neoliberal haram di Indonesia," ujar Faisal.

Karena jelas bertentangan dengan UUD, kata Boediono, mazhab neoliberal tidak masuk dalam perdebatan sistem ekonomi Indonesia. "Yang menjadi perdebatan ekonomi di Indonesia itu mafia Berkeley. Kenapa sekarang tiba-tiba jadi neoliberal," kata Faisal. [*/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.