INILAH.COM, Bandung - Kekalahan timnas dari Malaysia pada leg pertama Piala AFF 2010 kemarin malam dicap pemerhati bola lantaran timnas terlalu sibuk dengan agenda nonteknis.
Bahkan Pelatih Alfred Riedl juga mengakui sejumlah agenda nonteknis di luar latihan tim nasional Merah Putih itu mengganggu konsentrasi para pemain.
Riedl merujuk ke sejumlah agenda pertemuan yang dijadwalkan oleh PSSI termasuk ke rumah salah satu tokoh Nasional, dan keberadaaan wartawan yang dianggapnya terlalu berlebihan saat meminta waktu untuk wawancara.
Pelatih Persib Bandung Daniel Roekito juga sependapat dengan Riedl. Seharusnya dalam situasi timnas yang akan menghadapi partai final leg pertama AFF CUP 2010, seluruh pemain dikarantina. Bukannya menghadiri sejumlah acara seperti makan bersama, diwawancarai media, atau berfoto bersama.
"Terlalu banyak kepentingan politik di timnas. Seharusnya dalam situasi seperti itu, pemain itu dikarantina, ini ada yang ngajak makan segala itu sudah merusak konsentrasi. Mereka terlalu banyak kegiatan di luar lapangan," tegas Daniel, kepada INILAH.COM, di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani Bandung, Senin (27/12/2010).
Saat ini lanjut Daniel, tim jangan saling menyalahkan dengan kegagalan di leg pertama. Sebab, ini kesalahan semuanya, pemain, pelatih, dan PSSI. Daniel meminta semua pihak terkait menjadikan semuanya sebagai pelajaran.
"Jika ingin menang di leg kedua, semuanya terutama pemain cepat melukan kekalahan kemarin. Dalam sepakbola itu gak ada yang tidak mungkin, semuanya masih bisa terjadi," terangnya.[gin]