INILAH.COM, Jakarta - SBY dinilai tepat memilih Boediono sebagai cawapresnya. Hal ini sebagai manifestasi buruknya citra parpol.
"SBY merasa lebih baik mengambil cawapres dari kalangan independen, bukan dari parpol," kata pengamat politik Bara Hasibuan dalam diskusi Menjawab Tantang Ekonomi Politik Indonesia 2009-2014 yang digelar Indonesia Centre For Responsive Politics (ICRP), di Jakarta, Jumat (22/5).
Menyangkut pernyataan Boediono akan mendikte kebijakan SBY bila nanti terpilih, Bara mengatakan dalam sistem presidensial, yang mengambil kebijakan-kebijakan strategis adalah presiden.
"Wakil presiden bisa saja memberi usulan, tapi keputusan final ada pada presiden. Di negara demokrasi, setiap kebijakan yang diambil pemerintah tujuannya adalah menyejahterakan rakyat," imbuhnya.
Saat ini, kata Bara, bukan zaman otoritarian. Kalau ada kebijakan yang tidak pro pada kesejahteraan akan ditentang rakyat.
Ketegasan presiden diperlukan sebagai upaya mendorong berfungsinya mekanisme checks and balances antara eksekutif dengan legislatif, di mana kedua belah pihak sama-sama bisa saling mengontrol.
"Di era civil society ini rakyat dan pers sangat powerfull," imbuhnya. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !