INILAH.COM, Jakarta - Jatuhnya pesawat angkut TNI AU, Hercules di Magetan, Jatim, yang menewaskan lebih dari 100 orang membuat banyak pihak prihatin. Kepala Staf TNI AU, Marsekal Subandrio pun didesak mundur terkait insiden naas ini.
"Setidaknya sifat ksatria itu pertama-tama dari komandan tertingginya, yakni Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau). Beliau harus berani nyatakan diri bertanggungjawab dan kalau perlu mundur terhormat."
Demikian usul Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo, di Jakarta, Sabtu (23/5)
Sejauh ini, di mata Tjahjo. Tidak ada satupun pejabat tinggi TNI yang menyatakan bertanggung jawab atas musibah jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Magetan, Jawa Timur. "Mentalitas jujur, berani dan bertanggungjawab ini agaknya semakin memudar, padahal ini menyangkut masalah kemanusiaan dan patriotisme kejuangan," kata dia.
Seharusnya lanjut dia, para komandan bertanggungjawab atas musibah beruntun pesawat-pesawat milik TNI AU. "Dan yang penting juga diambil tindakan saat ini, adalah perlunya investigasi menyeluruh, termasuk audit anggaran pemeliharaan pesawat dan diumumkan terbuka sebagaimana Instruksi Presiden," tegasnya.
Dirinya berharap semua pihak tidak mudah membuat kambing hitam insiden naas ini dengan menyebut masalah teknis, cuaca atau 'human errors'. "Unsur-unsur ini selalu jadi alat dan dijadikan harus bersalah dan bertanggungjawab. Sekarang jangan begitu lagi. Harus ada yang bertanggungjawab dan bersikap ksatria menyatakan mundur," ujar Tjahjo. [*/ton]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !