inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Pengacara Suu Kyi Siapkan Pembelaan

Headline
Aung San Suu Kyi
Oleh:
Minggu, 24 Mei 2009 | 19:44 WIB
INILAH.COM, Yangon - Para pengacara pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, mengatakan telah menyiapkan pembelaan terbuka dalam pekan ini. Hal ini setelah Suu Kyi mengaku tidak bersalah pada sidang yang dituntut junta militer yang berkuasa.

Persidangan pengadilan di penjara Insein akan memasuki pekan kedua Senin (25/5). Agenda sidang untuk mendengar tuduhan-tuduhan terhadap pemenang Hadiah Nobel Perdamaian itu. Di antaranya melanggar peraturan tahanan rumahnya, setelah seorang pria Amerika berenang ke rumahnya di tepi danau, dan menginap dua hari di sana.

Nyan Win, juru bicara Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD, yang juga bagian dari tim hukumnya, mengatakan bahwa kejaksaan diperkirakan akan meminta diajukan saksi terakhir pada awal pekan depan.

"Kami berharap memulai pembelaan kasus ini pekan depan," kata Nyan Win, di Yangon, Minggu (24/5).

Saat ini, kata Nyan Win, pihaknya tengah menyiapkan daftar saksi dan hal-hal yang diperlukan bagi sidang besok. Dia memperkirakan sidang memerlukan dua pekan lagi untuk membacakan keputusan.

"Kami akan menang menurut hukum. Namun, apakah dia dibebaskan atau tidak, itu masalah lain," kata Nyan Win.

Masa penahanan rumah Suu Kyi untuk masa enam tahun, akan habis Rabu (27/5). Namun, rezim junta militer belum mengatakan apakah masa penahanan tersebut akan diperpanjang.

Suu Kyi, 63, yang belakangan ini sering sakit-sakitan, dibawa dari rumahnya ke penjara Insein pada awal bulan ini.

Dia telah menghabiskan waktu 19 tahun terakhir dalam tahanan. "Saya tak melihat bahwa pemerintah akan memperpanjang masa tahanan rumahnya lagi. Karena itu mereka tak bisa memperpanjang penahanannya berdasarkan hukum," ujarnya.

Jaksa memusatkan kasusnya pada tuduhan mengizinkan warga AS, John Yettaw, untuk tinggal di rumahnya selama dua hari. Yakni, setelah pria itu berenang menuju rumah Suu Kyi dan menyusup ke dalam.

Yettaw mengatakan di pengadilan, bahwa dia ingin memeringatkan Aung San Suu Kyi bahwa dia akan dibunuh. Dia membawa sejumlah benda tidak biasa ke rumahnya, termasuk dua kerudung hitam untuk perempuan Muslim.[*/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.