INILAH.COM, Jakarta - Perum Pegadaian akan membuka kembali layanan jasa gadai saham yang sempat ditutup, jika kondisi pasar surat berharga ini sudah membaik.
"Layanan jasa gadai saham dihentikan sejak Oktober 2008 akibat harga sejumlah saham jatuh," kata Manajer Komunikasi Perum Pegadaian Iriyanto, di Jakarta, Senin (25/5).
Menurutnya, sejak ditutup pada Oktober 2008 lalu, pegadaian tidak melayani tambahan pelanggan melalaui layanan gadai saham ini.
Padahal, lanjutnya, animo masyarakat terhadap layanan ini cukup besar, meski unit layanan yang dibuka untuk gadai saham ini baru tersedia satu unit. "Sejak diluncurkan pada tahun 2007 lalu, kami hanya membuka satu unit layanan gadai saham di kantor cabang Kramat Raya," ujarnya.
Tingginya animo masyarakat tersebut, kata dia, tampak dari omzet layanan gadai saham selama triwulan pertama 2008 yang mencapai Rp158,512 miliar.
Adapun jumlah nasabah pada periode tersebut mencapai 17 nasabah perorangan dan tiga nasabah institusi.
Sejak layanan tersebut ditutup, kata dia, omzet yang tercatat selama triwulan pertama 2009 mengalami penurunan menjadi Rp145,9 miliar, dengan jumlah nasabah mencapai tujuh nasabah perorangan dan tiga institusi.
Omzet sebesar itu, menurut dia, merupakan saham yang digadai sejak penutupan layanan pada Oktober 2008, namun belum jatuh tempo untuk ditebus.
Seiring dengan membaiknya kondisi perdagangan surat berharga tersebut, ia optimistis, masyarakat yang akan memanfaatkan layanan ini akan semakin meningkat. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !