INILAH.COM, Probolinggo - Gara-gara memainkan senapan angin, bocah berusia 11 tahun di Probolinggo, Jawa Timur, nyaris tewas. Untunglah dokter akhirnya dapat mengeluarkan peluru yang bersarang di leher bocah itu.
Adalah M Hendi Alfianto, 11, anak pasangan itu harus menjalani operasi, Senin (25/5) siang. Hal ini gara-gara ia tertembus peluru senapan angin mainannya. Tepat pukul 12.00 WIB, tim dokter RSU dr Waluyodjati Kraksaan, Probolinggo, mengeluarkan peluru yang bersarang di leher bocah tersebut.
Menurut Halilah, ibunya, menyatakan anaknya tertembak senapan angin saat sedang bermain di kebun sekitar rumah mereka. Saat itu, M Hendi Alfianto berencana berburu burung bersama empat orang kawannya. Nah, saat asyik berburu itu, tiba-tiba korban melihat sebuah mangga jatuh sekitar 2 meter dari tempatnya berdiri.
Tanpa pikir panjang, korban berusaha berebut mangga tersebut dengan dua orang kawannya. Sementara senapan yang dibawanya ia titipkan kapada Robby, kawannya yang lain.
Diduga, pada saat korban berebut mangga jatuh, Robby, tergerak untuk memainkan senapan angin milik korban. Tapi naas, usai dipompa dan diisi peluru senapan yang moncongnya kebetulan mengarah kepada korban, tiba-tiba menyalak. "Ya saat itu juga anak saya tertembak dan mengenai lehernya," kata Halilah.
Sampai berita ini diturunkan, korban masih belum sadar. Ia usai menjalani operasi ntuk mengelarkan peluru yang bersarang di lehernya, sekitar tiga jam lamanya. "Dia berhasil kita selamatkan. Beruntung peluru tidak sampai mengenai organ vitalnya," kata Dirut RSU dr Waluyodjati Kraksaan, Probolinggo, dr Hariyadi. [*/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !