INILAH.COM, Jakarta - Hampir dua tahun saya tidak mencicipi steak favorit ini. Akhirnya minggu lalu, saya pun berangkat untuk kembali mencicipi menu favorit satu ini, rasanya hmmmm... ternyata tetap tidak berubah meski saya sudah menjadi pelanggan tetap selama 13 tahun!
Rasanya tetap top markotop, apalagi dengan campuran sayuran, yang terdiri dari jangung manis, buncis, wortel dan kentang gorengnya. Jangan tanya deh, saya bisa egois makan sendiri!
Seperti biasa, saya memesan menu favorit Sirloin Steak (NZ), sementara suami saya memesan Tenderloin Steak (NZ).
Ketika makanan datang, kami langsung menyantapnya, dan rasa steak masih sama seperti dulu, bahkan lebih enak menurut saya. Mak nyuss sekali rasanya, seperti kata Bondan Winarno.
Daging yang dimasak sudah sangat matang dan dihidangkan dengan pembakaran yang sempurna. Berhubung pelanggan setia, nggak usah minta dibakar seperti apa. Rasanya yah... memang sangat empuk sekali.
Kuah dan bumbu yang disiramkan di atas steak juga sangat pas di lidah. Dengan sayuran dan kentang yang lumayan banyak, bagi saya Abuba Steak memang tetap cihuy!
Satu kelebihan Abuba steak adalah tersedianya berbagai macam saos dan sambal botolan, yang memungkinkan Anda untuk meracik sendiri menu saos yang pas untuk hidangan Anda. Jangan lupa ada juga mustard, kecap asin dan kecap manis, lengkap deh semua.
Harganya lumayan tidak mahal untuk ukuran steak. Mulai dari Rp40.000 (NZ) hingga Rp80.000 untuk daging Amerika. Sedangkan untuk daging lokal hanya sekitar Rp20.000, harga yang sebanding dengan rasa dan sajian dari sebuah steak.
Yang pasti, di lidah saya sekarang sudah terbayang kembali bumbu dan steak yang saya makan kemarin. Wah, Steak Abuba memang selalu membuat kita nagih untuk selalu datang ke sana. [L1]