Senin, 28 Mei 2012 | 17:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gerindra: Kritikan Rizal Logikanya Tidak Utuh
Headline
Fadli Zon - ist
Oleh: Mevi Linawati
web - Selasa, 26 Mei 2009 | 15:38 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Track record Prabowo Subianto dikritik Juru Bicara Tim Sukses SBY-Boediono Rizal Mallarangeng. Kritikan tersebut terkait track record dalam mengusung ekonomi kerakyatan, tidak ubahnya sebagai bentuk kepanikan karena terancam.

"Apa yang dipersoalkan Rizal adalah pernyataan orang kalaf dan panik. Orang yang panik itu berarti merasa ada ancaman, yang logikanya tidak utuh," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, dalam keterngan persnya di Mega-Prabowo Media Center, Jakarta, Selasa (26/5).

Menurut Fadli, track record Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut jelas. Hal itu terlihat dari rekam jejak organisasi yang diemban Prabowo. Yakni Ketua pedagang pasar, ketua perhimpunan tani, dan ketua ikatan pencasila se-Indonesia.

"Dari pernyataan Rizal yang saya tidak tahu apa kapasitasnya sebagai konsultan kandidat capres atau sebagai owner pemilik Fox," tanya Fadli.

Mengenai ekonomi kerakyatan yang diusung Prabowo, tutur dia, sangat berbeda jauh dengan faham neoliberal yang dianut cawapres Boediono. Kondisinya memang, pemerintah sekarang ini lebih memilih ekonomi neo liberal. Seperti kebijakan di bidang impor.

"Yaitu impor pangan yang tarifnya rendah. Ini bisa menghantam petani kita. Lalu seperti impor susu yang tarifnya jauh bahkan sampai nol," jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan, neo liberalisme tidak hanya campur tangan negara, tapi menyangkut juga ideologi dan kebijakan. Ekonomi neo liberal yang diusung Indonesia menggunakan konsensus Washington. Yang salah satu isinya ada pengurangan subsidi dan privatisasi.

"Misalnya, pencabutan subsidi BBM, sehingga BBM harganya malah. Setahu saya Rizal dulu setuju dengan kenaikan BBM. Ciri-ciri neolib adalah pasar bebas. Kalau kita anut kita akan mengalami kerugian di dalam negeri," jelasnya.

Sebelumya, dalam keterangan persnya di Bravo Media Center, Selasa 25 Mei lalu, Rizal mengatakan platform ekonomi kerakyatan seharusnya diusung oleh orang yang tidak punya kepentingan. Yang tidak memiliki cacat dalam track record-nya. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.