Senin, 28 Mei 2012 | 17:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gerindra: Prabowo Jalur Komando, SBY Staf
Headline
Prabowo Subianto - inilah.com /Raya Abdullah
Oleh: Mevi Linawati
web - Selasa, 26 Mei 2009 | 16:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kritikan terhadap kandidat cawapres Prabowo Subianto kian kencang belakangan ini. Dari kekayaanya hingga pemecatannya dari Danjen Kopassus. Namun, Partai Gerindra menolak anggapan tersebut.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon track record militer Prabowo bukan dipecat. Hal itu merupakan istilah yang berlebihan. Karena yang sebenarnya terjadi adalah dihentikan dengan hormat. Dan itu bentuk politik dan bertanggungjawab.

"Karena di dunia militer itu ada dua jalur. Jalur komando dan staf. Kalau jalur komando dia akan mengambil resiko tanggung jawab dan mengorbankan jiwa raga. Tapi kalau dari jalur staf (SBY) itu tangannya bersih," cetus Fadli, dalam keterangan persnya di Mega-Prabowo Media Center, Jakarta, Selasa (26/5).

Karenanya, menurut dia, tim sukses SBY-Boediono terkesan tidak rasional dalam menanggapi isu. Seharusnya, tutur dia, dalam berpolitik harus dilakukan secara santun. Mengenai kekayaan yang dimiliki Prabowo berupa aset-aset yang berada di beberapa negara, lanjutnya, merupakan bentuk kejujuran sebagai seorang pemimpinan.

"Kalau dia tidak jujur pada dirinya bagaimana dia mau jujur kepada rakyatnya. Artinya kalau ada capres yang melaporkan kekayaannya sedikit itu membohongi diri sendiri dan publik. Kejujuran itu penting dalam kepemimpinan," ujarnya.

Terkait kritikan Rizal Mallarangeng, disarankan dia, masyarakat harus juga melihat track record dari adik kandung Juru Bicara Kepresiden Andi Mallarangeng itu. Selain itu, Direktur Eksekutif Freedom Institute itu, pernah membuat buku mengenai mendobrak ekonomi sentralisme. "Itu pilihan Rizal menjadi seorang neolib," katanya.

Sedangkan tentang banyaknya kuda yang dimiliki Prabowo, hal itu tidak ditampik Fadli. Namun binatang mamalia tersebut diikutkan dalam SEA GAMES dan dalam tim Polo Indonesia.

"Tim Polo indonesia ini bukan berasal dari aristokrat. Tetapi anak-anak petani yang dikirimkan untuk sekolah di Argentina atau Bangkok," jelasnya.

Sebelumnya, dalam keterangan persnya di Bravo Media Center, Selasa 25 Mei lalu, Rizal mengatakan Prabowo memiliki 98 kuda. Bahkan tiga kuda dari 98 ekor tersebut ada yang dibeli dengan harga Rp 3 miliar.

Sedangkan Boediono, hidup sederhana. Mantan Meko Perekonomian itu dulunya hidup di sebuah desa kecil di Blitar, anak seorang guru. Sehingga semua perkataan Prabowo hanya retorika. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.