INILAH.COM, Jakarta - Kritikan terhadap kandidat cawapres Prabowo Subianto kian kencang belakangan ini. Dari kekayaanya hingga pemecatannya dari Danjen Kopassus. Namun, Partai Gerindra menolak anggapan tersebut.
Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon track record militer Prabowo bukan dipecat. Hal itu merupakan istilah yang berlebihan. Karena yang sebenarnya terjadi adalah dihentikan dengan hormat. Dan itu bentuk politik dan bertanggungjawab.
"Karena di dunia militer itu ada dua jalur. Jalur komando dan staf. Kalau jalur komando dia akan mengambil resiko tanggung jawab dan mengorbankan jiwa raga. Tapi kalau dari jalur staf (SBY) itu tangannya bersih," cetus Fadli, dalam keterangan persnya di Mega-Prabowo Media Center, Jakarta, Selasa (26/5).
Karenanya, menurut dia, tim sukses SBY-Boediono terkesan tidak rasional dalam menanggapi isu. Seharusnya, tutur dia, dalam berpolitik harus dilakukan secara santun. Mengenai kekayaan yang dimiliki Prabowo berupa aset-aset yang berada di beberapa negara, lanjutnya, merupakan bentuk kejujuran sebagai seorang pemimpinan.
"Kalau dia tidak jujur pada dirinya bagaimana dia mau jujur kepada rakyatnya. Artinya kalau ada capres yang melaporkan kekayaannya sedikit itu membohongi diri sendiri dan publik. Kejujuran itu penting dalam kepemimpinan," ujarnya.
Terkait kritikan Rizal Mallarangeng, disarankan dia, masyarakat harus juga melihat track record dari adik kandung Juru Bicara Kepresiden Andi Mallarangeng itu. Selain itu, Direktur Eksekutif Freedom Institute itu, pernah membuat buku mengenai mendobrak ekonomi sentralisme. "Itu pilihan Rizal menjadi seorang neolib," katanya.
Sedangkan tentang banyaknya kuda yang dimiliki Prabowo, hal itu tidak ditampik Fadli. Namun binatang mamalia tersebut diikutkan dalam SEA GAMES dan dalam tim Polo Indonesia.
"Tim Polo indonesia ini bukan berasal dari aristokrat. Tetapi anak-anak petani yang dikirimkan untuk sekolah di Argentina atau Bangkok," jelasnya.
Sebelumnya, dalam keterangan persnya di Bravo Media Center, Selasa 25 Mei lalu, Rizal mengatakan Prabowo memiliki 98 kuda. Bahkan tiga kuda dari 98 ekor tersebut ada yang dibeli dengan harga Rp 3 miliar.
Sedangkan Boediono, hidup sederhana. Mantan Meko Perekonomian itu dulunya hidup di sebuah desa kecil di Blitar, anak seorang guru. Sehingga semua perkataan Prabowo hanya retorika. [jib]