Selasa, 29 Mei 2012 | 05:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Nomor Tidur Terancam Dihapus Operator
Headline
Istimewa
Oleh:
web - Rabu, 27 Mei 2009 | 09:36 WIB
INILAH.COM, Surabaya- Operator telekomunikasi kini memberlakukan efisiensi jaringan yang dimiliki. Operator tak segan menghapus pelanggan yang tidak produktif atau yang melewati masa tenggang.

"Penghapusan ini dapat meningkatkan efektifitas infrastruktur jaringan operator, karena kapasitas yang ada hanya terpakai untuk pelanggan aktif dan mendatangkan pemasukan bagi perusahaan," kata Division Head of Marketing and Sales Support PT Indosat Regional Jatim dan Bali Nusra, Ahmad Rusdilfahmi.

Ia menambahkan secara nasional hingga kuartal pertama tahun ini ada tiga juta kartu nomor pelanggan telah dihapus dari sistem jaringan.

"Langkah ini diambil agar tidak membebani jaringan dengan pelanggan yang memang pasif, karena sudah melewati masa tenggang dan masuk kedaluarsa," katanya.

Ia menjelaskan, perusahaannya adalah perintis program penghapusan ini dan sekarang mulai diikuti operator lain. Kriteria pelanggan yang terhapus di antaranya pelanggan yang tidak aktif, baik SMS, telepon ataupun "reload" (pengisian pulsa) dan lewat masa tenggang.

"Mengenai jumlah pasti di area Jawa Timur, Bali, dan Nusra, tidak bisa dikalkulasi, karena penghitungannya dilakukan secara nasional," katanya.

Alasan penghapusan, tambah dia, agar nomor pengguna pasif bisa digunakan kembali. Penggunaan kembali nomor yang sudah dihapus adalah strategi memaksimalkan nomor yang ada, terutama karena harganya cukup mahal.

"Namun, bukan berarti strategi ini karena keterbatasan slot jaringan yang dimiliki Indosat, melainkan lebih dari efektifitas jaringan," katanya.


Langkah serupa dilakukan PT Exelcomindo Pratama Tbk. Operator yang memposisikan diri dengan tarif murah tersebut sudah lama melakukan penghapusan nomor pasif. Akan tetapi, XL tidak melakukannya secara langsung ketika nomor pelanggan masuk masa expired.
"Setelah enam bulan nomor tersebut tidak aktif, baru dihapus dari jaringan," kata Manager Management Service XL East Region Martono.

Ia mengakui, persaingan industri telekomunikasi yang makin ketat dan dampak perang tarif, mengharuskan operator makin efektif dan efisien kinerjanya. Nomor yang dihapus tersebut nantinya akan didaur ulang untuk dipakai kembali.

"Sampai sekarang, jumlahnya bisa ratusan ribu nomor yang dihapus di East Region. Dengan strategi ini, operator bisa lebih cepat dalam melakukan penetrasi pasar," katanya.[*/ito}
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.