INILAH.COM, Jakarta Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta agar pemimpin oposisi Myanmar dibebaskan dengan segera dan tanpa syarat. Dalam pernyataan tertulisnya, Obama mengecam aksi penahanan rumah Aung San Suu Kyi yang telah berlangsung lebih dari 19 tahun.
"Berlanjutnya penahanan dan isolasi Aung San Suu Kyi beserta pengadilan dengan tuduhan mengada-ada itu, menunjukkan rezim Burma (Myanmar) tidak memiliki keinginan yang bertanggungjawab untuk menjadi bagian dari komunitas internasional," kata Obama dalam pernyataannya, seperti dilansir BBC, Rabu (27/5).
Suu Kyi saat ini sedang disidangkan karena melanggar persyaratan penahanannya, yakni, setelah seorang pria AS berenang menuju rumah pemenang Nobel perdamaian itu dan menginap di sana selama dua hari. Kasus ini dikecam berbagai kalangan internasional.
Kini, Suu Kyi terancam hukuman lima tahun penjara bila terbukti bersalah. "Saat ini adalah waktu yang tepat bagi rezim Burma untuk membatalkan semua tuduhan terhadap Aung San Suu Kyi. Juga membebaskannya tanpa syarat, berikut tahanan politik lainnya," tambah Obama.
Suu Kyi, 63, seharusnya dibebaskan pada Rabu (20/5), lalu setelah periode enam tahun penahanan terakhirnya. Namun ia kemudian ditahan kembali bulan ini karena menerima kunjungan pria AS itu.
Untuk pertama kalinya dia muncul di pengadilan Selasa (26/5), untuk memberi kesaksian atas tuduhannya itu. Suu Kyi mengatakan tidak menyadari kunjungan tiba-tiba di tengah malam itu sebelum dia diberitahu oleh asistennya.[nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !