INILAH.COM, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memperkirakan proyek Cibaliung di Banten yang beroperasi pada 2010 diperkirakan dapat menambah kapasitas produksi sebesar 2 ton emas per tahun.
Hal itu dikatakan Direktur Utama Antam, Alwin Syah Loebis di Jakarta, Rabu (27/5). "Tahun ini, kita fokus optimalisasi pada feronickle 3 karena permintaan menurun dan diperlukan maintenance. Jika harga membaik maka akan bisa berproduksi," tegas Alwin.
Perkembangan harga komoditas belum membaik membuat perusahaan berpelat merah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tidak tidak terlalu berharap untuk berinvestasi di nikel. Walaupun sudah ada kenaikan harga nikel US$ 4 per pound dan sekarang sudah menyentuh US$ 5-US$ 6 per pound.
Ia menambahkan, harga nikel belum menunjukkan pergerakan, sedangkan harga emas mengalami tren naik. "Kami harapkan produksi emas sekitar dua ton per tahun dari Cibaliung pada pertengahan 2010. Dengan adanya tambahan produksi emas ini diharapkan kinerja perseroan akan lebih baik lagi, apalagi ada kecenderungan harga emas terus bergerak naik," kata Alwinsyah Lubis.
Di sisi lain, pada 2008 hampir 68% komposisi penjualan Antam berasal dari nikel sedangkan pada kuartal 1-2009 emas memberikan komposisi penjualan sudah mencapai 84%.
"Target kita dengan harga sekarang maka nikel bisa mendekati 50 persen. Walaupun harga nikel di 2007 tidak sedominan di 2008," tegasnya.
Untuk itu, Antam mengupayakan efisiensi terutama di proses feronickle dan pada April 2008 kas perseroan mencapai US$6,57 per pound sedangkan pada kuartal 1-2009 cost hanya US$4,69 per pound. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !