INILAH.COM, Bandung - PT BMW Indonesia mendukung riset bahan mentah biodiesel melalui penerapan hidrogrnasi yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Bandung (ITB).
"Bahan bakar biodiesel sudah digunakan 60% di sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia. Bantuan kami ini merupakan langkah kecil untuk mengedukasi masyarakat tentang biodiesel yang dapat menghasilkan emisi lebih rendah dari bensin," ujar Presiden Direktur PT BMW Indonesia Joerg Kelling di Bandung, Rabu (27/5).
Meski Kelling enggan menyebutkan berapa besar nominal bantuan BMW terhadap ITB, ia berharap hasil riset ini bisa memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa biodiesel hemat bahan bakar tapi mampu menghasilkan performa yang tinggi.
Penelitian biodiesel yang dipimpin oleh Kelompok Riset Biodiesel ITB Tatang Hernas Soerawidjaja ini bertujuan untuk membuktikan bahwa biodiesel yang memenuhi persyaratan standar mutu dapat dibuat dari bahan-bahan mentah seperti minyak lemak nabati berangka iodium tinggi. Bahan mentah ini termasuk minyak kemiri sunan, minyak kemiri, dan minyak biji karet.
Penelitian akan memakan waktu selama kurang waktu dari lima bulan dan hasilnya akan diumumkan ke publik. [O1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !