INILAH.COM, Yangon - Jika saja John Yettaw tidak berenang dan menyusup ke rumah Aung San Suu Kyi, maka pemimpin oposisi Myanmar itu tak akan diseret ke pengadilan karena tudingan pelanggaran masa hukuman. Namun, warga AS itu mengaku mendapat 'wahyu' dari Tuhan untuk menolong Suu Kyi melalui mimpinya.
Mantan militer berusia 53 tahun dari Missouri, AS, itu mendapat giliran di kursi terdakwa selama tiga jam. Dalam pengakuannya kepada hakim, Yettaw mengaku bermimpi Suu Kyi tewas di tangan teroris. Sebab itulah ia merasa perlu menolongnya.
Yettaw, seperti dikutip CNN, Kamis (28/5), juga mengaku ada empat atau lima orang polisi yang melihatnya berenang menuju rumah Suu Kyi pada 3 Mei lalu. Namun, mereka tidak menembaki atau berusaha menghentikan usahanya. Melainkan hanya melemparinya dengan batu.
Sebelumnya, lanjut Yettaw, ia juga pernah berusaha memasuki rumah Suu Kyi. Namun polisi berhasil menangkapnya dan mengajukan beberapa pertanyaan. Bahkan, pada akhirnya melepaskan dia kembali.
Pengakuan ini mengisyaratkan sistem keamanan pemerintah junta militer Myanmar gagal mengisolasi pemenang Nobel perdamaian itu di rumahya sendiri. Padahal, Suu Kyi telah menjadi tahanan rumah sejak 19 tahun yang lalu. Sidang akan kembali dilanjutkan hari ini. [vin/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !