INILAH.COM, Yangon - Ikon prodemokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi menyalahkan keamanan pemerintah junta militer yang dianggapnya lemah. Hal itu ia ungkapkan terkait sidang akibat ia dikunjungi seorang pria Amerika Serikat yang berenang menuju rumahnya.
Suu Kyi kembali diseret ke pengadilan dan dianggap melanggar masa tahanan rumahnya karena warga AS bernama John W Yettaw berenang ke rumahnya pada awal Mei lalu. Tokoh oposisi itu mengakui tak melapor ke pihak berwajib karena tak ingin ada masalah.
"Alasan mendasar atas terjadinya kasus ini adalah kegagalan sistem keamanan. Tak ada tindakan yang diambil terkait satuan keamanan, malah saya yang dituntut," demikian pernyataan tertulis Suu Kyi seperti dilansir Straits Times, Kamis (28/5).
Selama pengadilan berlangsung, Suu Kyi tak memberikan jawaban-jawaban panjang dan menyangkal telah melakukan hal yang salah. Sementara di pernyataan tertulis itu, ia mengatakan telah memberi tahu petugas keamanan setelah Yettaw pertama berenang ke rumahnya pada 28 November 2008.
Namun saat itu polisi tak melakukan apapun maupun menanggapi serius pernyataannya. Yettaw kembali datang pada 4 Mei 2009 dan menginap selama dua hari di rumahnya.
"Saya menyuruhnya kembali, tapi ia bilang bisa ditahan kalau berenang pada saat hari terang. Saat malam tiba dan saya kembali mengusirnya, ia malah minta izin untuk tinggal sebentar karena alasan kesehatan," lanjut Suu Kyi.
Perempuan berusia 63 tahun itu mengatakan tak ingin orang ditahan, karenanya ia mengizinkan Yettaw sementara berada di rumahnya. Suu Kyi bermaksud akan memberitahu dokter pribadinya yang akan berkunjung pada 7 Mei lalu.
Namun si dokter malah dilarang masuk rumahnya dan Suu Kyi tak mengetahui apa yang terjadi sebab tak ada pemberitahuan dari aparat keamanan. Bahkan, sejak 2003 statusnya yang tahanan rumah itu ilegal sebab ada dalam UU yang telah dibatalkan junta militer. [vin/nuz]