Minggu, 27 Mei 2012 | 19:58 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Penyakit Pria Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi
Headline
Istimewa
Oleh:
web - Jumat, 29 Mei 2009 | 04:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Mitos yang salah jika disfungsi ereksi (DE) sering kali disalahpersepsikan oleh pria sebagai fenomena dari proses penuaan (aging). Biasanya ada anggapan wajar bila pria berusia lebih dari 60 tahun mengalami gangguan fungsi seksual.

Faktanya DE pada pria berusia di atas 40 tahun bisa jadi merupakan tanda atau indikator adanya penyakit lain pada tubuh, seperti diabetes ataupun penyakit kardiovaskular.

DE adalah ketidakmampuan seorang pria yang menetap untuk mencapai dan atau mempertahankan ereksi untuk senggama yang memuaskan, baik bagi dirinya atau pun pasangannya.

Sekitar 64% pria yang dilaporkan menderita DE setidaknya memiliki satu atau lebih kondisi seperti hipertensi, sakit jantung kronis/angina, angka kolesterol tinggi, diabetes, dan depresi.

Pasien penderita hipertensi dan kolesterol terutama yang tidak terkontrol, pembuluh darahnya akan mengalami gangguan yaitu timbul penebalan di dinding pembuluh darah. Penebalan dinding pembuluh darah itu mengakibatkan aliran darah tidak lancar. Padahal untuk mengalami ereksi yang baik, tubuh pria memerlukan aliran darah yang lancar terutama ke bagian organ seksual.
"Di seluruh dunia, menurut perkiraan, terdapat 152 juta pria atau sekitar 16% dari total seluruh pria usia 20-75 tahun yang mengalami masalah kesulitan ereksi.
Untuk Indonesia jumlahnya diperkirakan sekitar 52% pria mengalami masalah seksual itu, dan dari jumlah itu hanya 8% saja yang terdiagnosa. Hanya sebanyak 60% saja yang mengikuti terapi untuk menangani masalah seksualnya," jelas Dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd pada acara seminar mengenai penyakit kardiovaskuler yang dapat mengakibatkan disfungsi ereksi, beberapa waktu lalu.

Faktor yang menyebabkan kenapa banyak kasus disfungsi ereksi tidak terdeteksi adalah karena adanya beberapa persepsi yang salah dari kaum pria mengenai DE.

Di sisi lain, pengobatan untuk mendapatkan kehidupan seksual yang normal sangat penting bagi penderita DE. Hal ini berarti bukan saja mencari pengobatan supaya ereksi dapat berlangsung lama dan memuaskan, tetapi juga dengan cara mengobati sejumlah penyakit lain yang dapat menyebabkan masalah DE itu.

Menurut WHO, salah satu hak dasar bagi manusia adalah untuk mendapatkan kesehatan seksual, termasuk di dalamnya adalah terbebas dari kelainan organ ataupun penyakit yang dapat menganggu fungsi seksual dan reproduksi.
Jadi, bila Anda mengalami masalah disfungsi seksual, jangan ragu lagi untuk mencari pertolongan dengan berkonsultasi ke dokter. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.