Minggu, 27 Mei 2012 | 05:55 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jasa Marga Tetap Naikkan Tarif Tol
Headline
Frans S.Sunito
Oleh:
web - Kamis, 28 Mei 2009 | 17:28 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk mengharapkan, tarif tol harus naik sesuai jadwal yang berlaku sesuai dengan ketentuan perundangan dan peraturan yang berlaku.

"Dalam PP No.15 tahun 2005 dan UU Jalan No. 38 tahun 2004 tarif disesuaikan secara berkala setiap dua tahun berdasarkan perkembangan inflasi," kata Direktur Utama PT.Jasa Marga Tbk, Frans S.Sunito di Jakarta, Kamis (28/5), dalam jumpa pers usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Usulan kenaikan tarif dihitung berdasarkan perkembangan inflasi mengacu kepada data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) sehingga kalau ada usulan 16 persen itu memang hitungan inflasi selama dua tahun," jelas Frans.

Penyesuaian tarif tol sangat penting dalam menjaga kelansungan operasi jalan tol serta dalam rangka memenuhi rencana pengembangan tol ke depannya untuk meningkatkan layanan pengguna jalan tol.

Sementara Direktur Operasi PT Jasa Marga, Adityawarman mengatakan, penyesuaian tarif tol sangat penting dalam rangka operator mempertahankan layanan kepada pengguna jalan.

"Kami membutuhkan dana untuk mempertahankan ruas agar sesuai dengan rasio kapasitas dan volume (VCR) kurang dari 0,8 dengan cara memperlebar ruas tol yang tersedia," ujarnya.

Aditya menunjuk Tol Tangerang - Merak yang mengalami kerusakan sebagai akibat pemerintah tidak pernah menaikkan tarif ruas ini sejak beroperasi sehingga akhirnya mengganggu pengguna jalan yang lewat di ruas ini.

Saat ini ada 13 ruas tol yang dioperasikan Jasa Marga, Belmera di Sumut 34 kilometer, Jagorawi 46 kilometer, Jakarta - Tangerang 28 kilometer, Ulujami-Pondok Aren 5,5 kilometer, Jakarta Inner Ring Road 25 kilometer, Jakarta Outer Ring Road 45 kilometer, Cikampek - Padalarang 58,5 kilometer, Padalarang - Cileunyi 63,9 kilometer, Palikanci 28,8 kilometer, Semarang 35,2 kilometer, dan Surabaya - Gempol 39,5 kilometer.

Sedangkan dua ruas tol lainnya Jakarta-Cikampek 72 kilometer dan Sedyatmo (bandara) 14,3 kilometer tarif sudah disesuaikan pemerintah tahun 2008.

Frans mengaku, saat ini dari 13 ruas tol yang dioperasikan PT Jasa Marga masih ada sejumlah ruas yang belum untung, namun kalau digabung seluruhnya perusahaan mendulang keuntungan.

"Saat ini perusahaan terus berupaya meningkakan volume lalulintas di ruas tol yang belum untung, sekaligus melakukan efisiensi di segala bidang melalui cara-cara yang lebih cerdas," kata Frans.

Sedangan tol Surabaya - Gempol sepanjang 42 kilometer saat ini tengah dalam proses relokasi karena ruas jalan Porong - Gempol 5 kilometer terendam lumpur Sidoarjo.

"Jalan pengganti sudah didesign menjadi 10 kilometer karena harus jalan melingkar, serta proses konstruksi masih menunggu selesainya pembebasan tanah," ujarnya.

Saat ini perusahaan meraih laba usaha Rp1,3 triliun lebih pada tahun 2008 naik 35 persen dibanding tahun 2007, sedangkan laba bersih Rp707,8 miliar naik 42 persen lebih tahun 2008.

"Perusahaan merencanakan membagikan dividen Rp52 per saham terkait denga laba yang di dapat perusahaan sedangkan sisanya untuk memperkuat laba," kata Frans. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.