Selasa, 29 Mei 2012 | 05:35 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Laptop AMD Tawarkan Keuntungan
Headline
Istimewa
Oleh: Budi Winoto
web - Jumat, 29 Mei 2009 | 08:57 WIB
INILAH.COM, Jakarta Meskipun populer, netbook Intel kurang menarik karena performanya tidak maksimal. Sementara AMD lebih memilih menawarkan laptop dengan performa penuh. Meskipun harganya lebih mahal, laptop AMD lebih menguntungkan?
Pasar prosesor global saat ini masih dikuasai Intel Corp karena didukung kesuksesan netbook. Intel berhasil memantapkan posisinya, karena prosesor Intel Atom untuk netbook juga ikut populer. Sementara AMD sebagai pesaing terdekat hanya menguasai 19-20% bagian pasar.
Managing Director PSG HP Indonesia Megawaty Khie mengatakan, HP memasarkan notebook AMD bukan sekadar sebagai pelengkap notebook Intel saja. Tapi HP melihat ada potensi besar untuk notebook AMD.
"Untuk sumbangan seberapa besar ke HP kami tidak bisa menyebutkan. Tapi notebook AMD memberikan benefit pada end user," katanya, kemarin di Jakarta. Ia menyebut, HP memasarkan notebook AMD untuk memenuhi segmen yang potensial.
Notebook AMD sendiri dinilai sangat unik, karena memiliki performa laptop full, beda dari netbook yang kemampuannya lebih terbatas. Sementara dari segi harga, notebook AMD tidak bisa dikatakan lebih murah dari Intel. Karena hal itu tergantung dari fitur dan spesifikasinya.
Tapi Megawaty menegaskan harga bukan sebagai pemicu utama konsumen membeli notebook AMD. "Untuk membeli notebook, konsumen tidak hanya terpaku pada prosesor saja. Konsumen juga memperhatikan desain, spesifikasi dan tentu saja harga," katanya. Ia menambahkan kualitas prosesor AMD tidak diragukan.
HP juga intens bekerjasama dengan AMD untuk membuat produk yang dibutuhkan konsumen. Untuk pasar Indonesia HP memasukkan laptop AMD baru Pavilion dv2 dengan harga tidak terpaut jauh dengan netbook high end. Megawaty menyebut, tidak akan terjadi kanibalisme meskipun ada netbook high end yang harganya hampir sama.
HP merilis notebook AMD untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan membuka pasar baru. Notebook itu masuk ke segmen baru, di atas netbook dan di bawah ultra portabel.
"HP masuk ke pasar-pasar yang masih berkembang. Segmen ini potensial, ada di atas netbook dengan kemampuan full notebook," terang Megawaty. Pavilion dv2 menggunakan Windows Vista sementara rata-rata netbook menggunakan Windows XP versi lama.
Category Director, Personal Systems Group Hewlett Packarad (HP) Indonesia Martin Wibisono menambahkan, Pavilion dv2 menggunakan Windows Vista karena notebook itu full performance. Konsumen bisa melakukan upgrade ke Windows 7, jika Microsoft mengeluarkan produk terbarunya itu.
Martin menyebut, HP masih melakukan pembicaraan dengan Microsoft mengenai Windows 7 yang mungkin akan dikeluarkan pada triwulan IV 2009 atau awal tahun depan. "HP menyediakan upgrade program untuk ke Windwos 7," imbuhnya.
Heryanto Arif, Sales Manager AMD Indonesia mengatakan berdasarkan data IDC, market share AMD di Indonesia sebesar 15-17% untuk semua produk. "Tapi perhitungan distributor bisa lebih besar, bisa mencapai 20%," timpalnya.
Lalu bagaimana AMD mengatasi Intel? Ia menyebut harga bukan menjadi tawaran utama untuk memikat konsumen. AMD lebih memilih pasar spesifik yang belum digarap Intel. "Seperti prosesor Athlon Neo itu untuk segmen di atas netbook dengan perfoma full notebook. Tahun ini kami perkirakan AMD bisa tumbuh double digit," paparnya. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.