INILAH.COM, Jakarta - Dinda Kanya Dewi belum juga mantap hati dengan calon presiden pilihannya pada Pilpres 2009. Bahkan Dinda kini sedang bimbang hati antara tidak atau tetap memilih. Soalnya, Dinda bilang, memilih itu hak bukan kewajiban.
"Entahlah. Sampai saat ini gue belum ada calon presiden yang sesuai dengan hati nurani ini. Belum ada yang 'sreg' di hati," jelas Dinda kanya Dewi saat ditemui di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (28/5).
Belum cocok hati, Dinda pun jadi berpikir antara tidak atau tetap menggunakan hak pilihnya pada Pilpres 8 Juli 2009 mendatang. "Gue sendiri belum tahu apakah akan menjadi pemilih sesuai hak pilih. Soalnya menurut gue, hak itu bukan kewajiban," paparnya.
Prinsip Dinda itu ada dari hati, bukan hadir karena beban diri. Namun begitu, jika pun nantinya Dinda ikut memilih calon presiden Indonesia periode 2009-2014, Dinda hanya ingin presiden yang mampu membangun Indonesia.
"Gue seperti itu bukan karena terbebani. Gue pikir buat apa memilih kalau nggak ada yang sesuai. Jika pun nantinya memilih, gue berharap mudah-mudahan nggak salah pilih, Gue cuma ingin presiden yang mampu membangun," pungkas Dinda. [aji]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !