INILAH.COM, Kairo - Menteri Kebudayaan Mesir Faruq Husni mengincar posisi sebagai ketua UNECSO pertama dari Arab. Sayang, niatnya untuk mengepalai lembaga kebudayaan PBB itu terjegal komentarnya mengenai Israel.
"Pencalonannya memang didukung negara Arab dan Afrika. Tapi blok Eropa keberatan, sehingga pencalonan ini merupakan sebuah problematika tersendiri," menurut sumber UNESCO yang tak ingin disebutkan namanya, seperti dikutip AFP, Jumat (29/5).
Meski demikian, sumber itu mengatakan penunjukan Husni masih bisa terjadi. Beberapa waktu lalu, ia mendapat dukungan dari banyak pihak untuk menggantikan posisi ketua yang saat ini masih berada di tangan Koichiro Matsuura asal Jepang.
Matsuura merupakan ketua United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) sejak 1999. Namun pekan lalu, tiga cendekiawan Prancis yakni pemenang Nobel Perdamaian Elie Wiesel, filsuf Bernard-Henri Levy dan insan perfilman Claude Lanzmann meminta pencalonan Husni diblokir.
Dalam sebuah suratkabar Prancis, ketiganya mengatakan Husni adalah pria yang berbahaya dan tidak cinta damai. Pasalnya, mereka tak menyukai komentar yang diberikannya mengenai Israel serta Yahudi.
Dalam komentarnya pada Mei 2008 lalu, Husni mengatakan Israel dan Yahudi adalah bangsa yang rasis. Meski demikian, Husni telah mengajukan permintaan maaf secara khusus kepada publik. Ia kini tinggal menantikan keputusan dalam sidang badan yang berbasis di Prancis itu pada Oktober mendatang. [vin/nuz]