INILAH.COM, Tana Toraja - Enam orang dipastikan tewas akibat hujan deras yang mengguyur kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan sejak 29 Mei malam. Air hujan juga menyebabkan sungai Makale meluap. Akibatnya Kota Makale terendam banjir setinggi dua meter.
Menurut keterangan Kapolres Tana Toraja AKBP Victor D Batara saat dikonfirmasi INILAH.COM, Sabtu (30/5) malam, longsor dan banjir yang terjadi di tempat berbeda diawali dengan hujan deras sekitar pukul 22.00 Wita.
Longsor di enam titik di antaranya dusun Larukang, kelurahan Lemo, kecamatan Mangkendek menyebabkan satu keluarga yang terdiri dari pasutri serta empat orang anaknya tewas tertimbun saat tertidur lelap. Tim yang terdiri dari polres, koramil dan masyarakat baru menemukan empat orang yang kesemuanya tewas
"Masing-masing seorang ibu, Margareta dan anaknya, Roy, Manan, serta Ato yang baru berumur tiga bulan. Dua lainnya Daniel, suami Margareta serta Rivol anak sulungnya belum ditemukan," jelas Victor.
Karena hujan deras yang tak henti hingga sore ini, tim evakuasi yang diturunkan menghentikan upaya pencarian. Sebab dikhawatirkan terjadi longsor susulan. Sejak kemarin longsor tejadi di beberapa titik yakni di kecamatan Salluputi, Mangkendek, Sanngalla, dan kecamatan Makale.
Bahkan, material longsoran terparah di perbatasan Bonggakaradeng kecamatan Salluputi dan kecamatan Makale menyebabkan badan jalan tertutup. Juga daerah Simbua dan Mappa, akibatnya, empat kecamatan di Toraja Barat terisolir.
Sementara, di luapan sungai Makale setinggi dua meter yang membelah kota Toraja, mengakibatkan sekitar 200 rumah terendam banjir. "Rata-rata rumah mereka terletak di bantaran sungai, karena hujan belum juga reda makanya kami mengevakuasi mereka ke tempat yang lebih tinggi. Sebab, jika hujan tak reda, rumah dan mereka bisa hanyut,"
imbuh Victor. [ton]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !