INILAH.COM, Jakarta- Peristiwa bersalamannya SBY dan Megawati Soekarnoputri saat pengambilan nomor urut capres-cawapres di KPU diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang terjadi di tingkat tim sukses masing-masing. Impiannya, intensitas 'adu mulut' tidak lagi terlalu tinggi.
Selama ini, kedua tim sukses sering beradu mulut dan menyerang satu sama lain dalam berbagai kesempatan. Untuk itu, salaman Mega-SBY harus bisa diimplementasikan bagi tim sukses. "Tim sukses harus gunakan simbolis seperti ini untuk diimplementasikan bagi pekerjaan mereka," jelas budayawan Radar Panca Dahana kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (30/5) malam.
Ia menilai, bersalamannya kedua tokoh ini hanya untuk menaati etika dan menarik simpati masyarakat. "Ini kan ada keterpaksaan yang harus dilakukan, dan untuk mendongkrak citra keduanya," ungkap Radar.
Menurutnya, insiden ini telah menguntungkan kedua pihak. Tetapi yang paling diuntungkan adalah publik.Sebab selama ini Mega terkesan selalu menentang SBY dan menjadi opisisi pada setiap kebijakan yang diambil pemerintah. "Ini juga agar menunjukkan kalaumereka matang, dewasa dan agar publik tenang," imbuhnya.
Ia juga bersaharap, salaman yang terkesan simbolis ini dapat memperbaiki persaingan keduanya dalam Pilpres Juli nanti. "Dengan ini, maka diharapkan mereka dapat bersaing dengan elegan, tidak perlu lagi ada hal-hal seperti adu mulut itu," pungkasnya. [ton]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !