inovasi portal berita
Sabtu, 4 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,995.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

SBY Panik Soal Tepis 12 Isu

Headline
Abdul Gafur Sangaji
Oleh: Windi Widia Ningsih
Minggu, 31 Mei 2009 | 09:35 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Seruan SBY kepada tim suksesnya untuk melawan 12 isu yang telah digulirkan ke publik terus menuai kritik. Perintah itu mengambarkan kepanikan SBY terhadap isu dari lawan politiknya. Walah.

"Ini bukti SBY resah terhadap isu yang mulai mendapatkan tanggapan dari publik sehingga SBY sudah tidak tenang lagi," kata pengamat politik Universitas Indonesia Abdul Gafur Sangaji kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (31/5).

Jadi wajar, sambung Gafur, jika SBY reaktif terhadap isu yang menimpanya. Sebab SBY selama ini terlalu percaya diri dan terlalu percaya dengan lembaganya terkait pembentukan citranya. "SBY seharusnya tidak boleh percaya diri kalau dia akan terpilih kembali dan tidak percaya terhadap citra yang dibangun lembaganya," ujarnya.

Seharusnya, sejak awal SBY sudah melakukan upaya perlawanan terhadap isu-isu yang menyudutkan dirinya. Namun hal tersebut tidak dilakukan. Karenanya jika dilihat dari sisi politik, perlawanan ini sudah terlambat dilakukan. Sebab isu-isu lawan politik telah digulirkan jauh sebelum SBY-Boediono deklarasi.

Gafur mengatakan isu-isu lawan, seperti isu ekonomi kerakyatan versus neolib dan politik simbol dan SARA telah membuat SBY mengalami krisis kepercayaan diri dan tensinya mulai turun. "Saya melihatnya SBY terlalu hati-hati dalam mengambil langkah-langkah politik, orientasinya hanya pada popularitasnya," cetus Gafur.[ton]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.