INILAH.COM, Makassar - Satu korban tanah longsor di Kabupaten Tana Toraja, Makassar, Minggu (31/5) telah ditemukan dengan kondisi menggenaskan. Pencarian korban lainnya masih dalam pencarian.
Keterangan Kapolres Tana Toraja AKBP Viktor D Barata kepada INILAH.COM, Minggu (31/5), menyebutkan korban tewas ditemukan oleh tim yang terdiri dari pihak kepolisian, koramil dan warga setempat pukul 15.43 Wita.
Daniel Pailongan adalah salah satu dari enam korban yang tertimbun longsor akibat hujan yang mengguyur Toraja pada Jumat 29 Mei malam. Ia tertimbu bersama istrinya, Margaretha, dan 4 anaknya.
"Satu korban sudah ditemukan yakni Daniel, 1 lagi anak sulungnya yang bernama Roy masih sementara dalam pencarian," terang Viktor.
Kelima korban yang merupakan satu keluarga ini sementara disemayamkan di rumah sanak keluarganya. Mereka juga belum dimakamkan, karena akan diupacarakan sesuai adat Toraja
Viktor menambahkan 6 titik longsoran, daerah Simbua dan Mappa yang memutuskan akses jalan ke Toraja Barat telah dibuka. Meski kendaraan yang lewat hanya cukup untuk roda 2.
Dari 173 kepala Keluarga (KK) yang mengungsi, di antaranya kecamatan Sanggalla, 20 KK masih membutuhkan tenda untuk berlindung. Sementara, di kota Makale, air sudah mulai surut dan sejumlah 200 KK yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke rumahnya masing-masing.
Banjir dan longsor di Tana Toraja terjadi akibat hujan juga menyebabkan sungai Makale meluap, akibatnya Kota Makale terendam banjir setinggi dua meter. Longsor juga menelan 6 korban jiwa. Longsor terjadi di kecamatan Salluputi, Mangkendek, Sanngalla, dan kecamatan Makale, Bonggakaradeng,
Terhadap korban, telah diberikan bantuan, termasuk dari Palang Merah Indonesia wilayah Sulsel mengirim sejumlah peralatan rumah tangga seperti baskom, ember, dan sandal plastik. Kiriman sebanyak 175 paket peralatan rumah tangga ini, diberangkatkan hari ini, Minggu (31/5), diperkirakan bantuan untuk kecamatan Mangkendek ini akan tiba besok, Senin (1/6). [bar]